TSMC Prioritaskan Node 3nm Untuk Klien Lama dan Jangka Panjang
Seiring dengan meningkatnya pesanan akan chip AI, para manufaktur mulai kewalahan memenuhi pesanan dari para klien mereka. Salah satunya dirasakan oleh TSMC. Kini raksasa semiconducor asal Taiwan tersebut mulai membatasi pesanan pada node 3nm, yang sekarang jadi rebutan banyak pemain besar di industri AI.

Laporan dari DigiTimes menggambarkan bahwa banyak permintaan datang dari berbagai sektor, mulai dari produsen GPU, CPU, sampai perusahaan cloud skala besar. Masalahnya, kapasitas produksi tidak cukup untuk mengakomodasi semuanya. Akibatnya, banyak perusahaan harus mengubah rencana produk mereka karena tidak kebagian jatah wafer.
Apple dan NVIDIA Klien Lama TSMC
Di tengah kondisi ini, nama seperti Apple dan NVIDIA justru berada di posisi yang diuntungkan. Keduanya termasuk pelanggan lama dengan volume besar, sehingga punya akses lebih stabil ke lini produksi 3nm. Secara tidak langsung, ini membuat pesaing mereka makin sulit masuk, terutama di sektor AI yang sangat bergantung pada chip canggih.
Relasi dekat antara NVIDIA dan TSMC juga memberi efek jangka panjang. Mereka bisa mengamankan proses manufaktur generasi berikutnya lebih awal, termasuk node lanjutan seperti A16. Dalam situasi di mana kapasitas terbatas, loyalitas pelanggan jadi faktor yang sangat menentukan.
Baca Juga: AMD Resmi Perkenalkan AMD Ryzen 9 9950X3D2 Dual Edition • Jagat Review
Sementara itu, pemain lain seperti Intel dan AMD tetap memesan chip 3nm, tetapi alokasinya lebih kecil karena prioritas lebih banyak diberikan ke kebutuhan AI. Produsen ASIC juga mengalami hal serupa. Permintaan tinggi, tetapi akses terbatas, sehingga produksi sulit ditingkatkan dengan cepat.
Pilihan alternatif sebenarnya ada, seperti beralih ke Samsung Foundry atau Intel Foundry Services. Namun, keputusan ini tidak sederhana. Pindah foundry berarti harus menyesuaikan desain dan arsitektur chip, yang memakan waktu dan biaya besar, belum lagi risiko hubungan dengan TSMC yang bisa terganggu.
Kapasitas 3nm diperkirakan sudah mendekati batas maksimal pada 2026, dan situasi ini bisa terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Tentu menarik dilihat, apakah perusahaan-perusahaan ini akan tetap bergantung pada TSMC, atau mulai benar-benar serius membagi produksi ke foundry lain?













