Apple Hentikan Pengembangan Vision Pro, Kenapa?

Author
Irham
Reading time:
April 30, 2026

Apple dikabarkan menghentikan pengembangan Vision Pro generasi berikutnya setelah penjualannya tidak memenuhi ekspektasi. Produk ini sempat menarik perhatian saat rilis pada Februari 2024 dengan teknologi yang cukup canggih. Namun dalam praktiknya, pasar tidak merespons sekuat yang diharapkan.

Sejak awal, harga menjadi hambatan besar. Vision Pro dijual di angka 3.499 dolar AS, yang setara kisaran Rp55 juta hingga Rp57 juta. Bahkan setelah pembaruan SoC M5 pada 2025, minat pengguna tetap tidak banyak berubah.

Apple Vision Pro

Dari sisi teknologi, Vision Pro sebenarnya menawarkan pengalaman visual yang sangat detail. Layar micro OLED dengan 23 juta piksel menjadi salah satu nilai jual utamanya. Namun bobot perangkat yang mendekati 800 gram membuatnya kurang nyaman dipakai dalam waktu lama.

Baca Juga: Noctua Bagikan File CAD Produk-Produknya Secara Gratis! • Jagat Review

Keluhan Desain Apple Vision Pro

Banyak pengguna mengeluhkan tekanan di area hidung yang terasa berat. Distribusi bobot perangkat tidak merata dan sulit diatasi meski sudah mencoba berbagai pilihan headband. Hal ini membuat pengalaman penggunaan terasa kurang ideal.

Kombinasi harga tinggi dan kenyamanan yang belum optimal membuat produk ini sulit berkembang. Tidak sedikit pengguna yang merasa teknologinya masih terlalu awal untuk dibeli dengan harga setinggi itu. Kondisi ini membuat Apple mulai mengubah fokus pengembangannya.

Produk berikutnya disebut akan hadir dalam bentuk smart glasses yang lebih ringan. Perangkat ini tidak akan menggunakan SoC sekelas M5 karena kebutuhan dayanya terlalu besar. Versi awalnya diperkirakan hanya membawa fitur kamera, audio, dan fungsi sederhana lainnya.

Jika produk ini mendapat respons positif, pengalaman yang lebih imersif kemungkinan akan menyusul. Jadi, apakah smart glasses versi ringan ini justru bisa lebih diterima dibanding Vision Pro? Apalagi saat ini di pasaran memang sudah banyak produk smart glasses ketimbang headset Mixed Reality seperti produk Apple ini.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 19, 2026 - 0

ASUS ROG Bulwark Dock DG310 Ubah ROG Xbox Ally Jadi Console 4K 144Hz

ASUS ROG Bulwark Dock DG310 berikan akses untuk ubah handheld…
October 19, 2026 - 0

Modder Bawa DLSS 5 Versi Baru ke Game yang Belum Didukung

Modder menguji model DLSS 5 terbaru di Forza Horizon 6…
October 19, 2026 - 0

Sony Patenkan Teknologi Prediksi Frame untuk Kurangi Input Lag

Sony mematenkan teknologi prediksi frame untuk PlayStation untuk kurangi input…
October 19, 2026 - 0

Fanatec & Trak Racer Pamerkan Setir Sim Racing Generasi Baru

Fanatec dan Trak Racer pamerkan Project Obsidian sebagai konsep pengembangan…