Google Drive Kini Bisa Deteksi Ransomware, dan Punya Fitur Restorasi
Google baru saja meluncurkan “perisai” baru untuk membendung serangan ransomware yang semakin cerdik mengincar data di penyimpanan awan. Fitur keamanan ini secara khusus dihadirkan bagi pelanggan Google Workspace yang menggunakan aplikasi Drive for Desktop.
Senjata utama dalam pembaruan ini adalah model AI yang telah disempurnakan sejak akhir 2025 lalu. Google mengeklaim bahwa AI versi terbaru ini memiliki ketajaman deteksi 14 kali lipat lebih kuat dibandingkan versi sebelumnya. Peningkatan ini sangat krusial, mengingat ransomware sering kali bekerja dalam senyap saat mengenkripsi file di server internet.
Cara Kerja Fitur Keamanan Anti Ransomware Google Drive
Sistem perlindungan ini bekerja dengan memantau perilaku mencurigakan secara real-time pada PC pengguna. Jika AI menangkap adanya aktivitas yang menyerupai pola serangan ransomware, Google Drive for Desktop akan segera mengambil langkah drastis: menghentikan seluruh proses sinkronisasi file saat itu juga.
Baca Juga: Fitur Lawas di ThinkPad T480 Ini Mau Dibangkitkan • Jagat Review
Langkah pemutusan koneksi ini bertujuan agar file yang sudah terinfeksi di komputer tidak ikut terunggah ke server cloud, sehingga data cadangan tetap aman. Saat hal ini terjadi, pengguna akan mendapatkan notifikasi instan di desktop, sementara tim IT perusahaan bakal menerima peringatan darurat melalui email dan konsol keamanan.
Punya Sistem Restorasi, Tak Perlu Bayar Tebusan
Selain mendeteksi, solusi ini juga menawarkan jalan keluar bagi file yang telanjur rusak di perangkat lokal. Pengguna kini bisa melakukan restorasi massal dengan menarik kembali salinan file bersih yang tersimpan di Google Drive untuk menggantikan file yang terenkripsi oleh peretas. Dengan adanya opsi pemulihan mandiri ini, organisasi tidak lagi memiliki alasan untuk tunduk pada tuntutan tebusan peretas, yang sering kali memakan biaya sangat besar.
Selain itu, Google Drive juga memastikan keamanan maksimal dengan mengaktifkan fitur ini secara otomatis (by default) bagi seluruh pengguna Workspace. Namun, bagi admin IT yang memiliki kebijakan internal tertentu, mereka tetap diberikan akses untuk menonaktifkannya melalui konsol admin. Fitur ini sudah tersedia di Drive for Desktop di setiap perangkat sudah diperbarui ke versi 114 atau yang lebih tinggi agar sistem deteksi dini tersebut dapat berjalan optimal.














