Intel Perkenalkan Teknologi Kompresi Tekstur TSNC, Tantang NTC Milik NVIDIA
Setelah NVIDIA memperkenalkan NTC (Neural Texture Compression), kini Intel juga memperkenalkan teknologi milik mereka sendiri yaitu Texture Set Neural Compression atau TSNC. Ini adalah teknologi kompresi tekstur gambar yang diklaim bisa menghemat penggunaan memori dengan signifikan.
Mungkin hal spele seperti tekstur gambar, bisa jadi salah satu penyumbang terbesar dalam ukuran game modern. Resolusi yang semakin tinggi memang bikin detail terlihat lebih tajam, tetapi efeknya samping ke storage dan penggunaan VRAM. Di tengah kondisi seperti ini, solusi kompresi mulai bergeser ke penggunaan AI.

Cara Kerja TSNC Milik Intel
Cara kerja fitur TSNC yaitu data awal tekstur menggunakan format BCn yang sudah umum dipakai di industri, tetapi kemudian diproses ulang menggunakan neural network. Tekstur tersebut dikompresi oleh model AI, disimpan dalam bentuk yang jauh lebih ringkas, lalu didekode kembali saat dibutuhkan oleh GPU.
Dengan cara ini, ukuran tekstur bisa dipangkas cukup jauh tanpa mengorbankan tampilan secara signifikan. Intel bahkan menyebut hasil akhirnya masih sangat dekat dengan kualitas kompresi standar. Perbedaan visual memang tetap ada, tetapi dalam banyak kasus sulit dikenali tanpa perbandingan langsung.
Baca Juga: NVIDIA Pamer Teknologi Neural Compression, Konsumsi VRAM dari 6,5GB Jadi 970MB! • Jagat Review
Untuk implementasinya, Intel membagi TSNC ke dalam dua varian. Variant A lebih difokuskan pada kualitas, dengan kompresi hingga 9 kali dan penurunan visual sekitar 5 persen. Sementara Variant B mengejar efisiensi maksimal, mampu mencapai kompresi hingga 18 kali, dengan penurunan kualitas yang sedikit lebih terlihat di kisaran 7 persen.
Diuji Pakai Tool Benchmark Milik NVIDIA
Supaya tidak bias, pengukuran kualitas tersebut tidak berdasarkan klaim internal. Disini Intel malah menggunakan tool FLIP milik NVIDIA untuk membandingkan hasil gambar, supaya selisih yang muncul punya acuan yang lebih jelas. Ini memberi gambaran bahwa perbedaan kualitas memang ada, tetapi masih dalam batas yang bisa diterima untuk banyak skenario penggunaan.
Dampaknya terasa di beberapa sisi sekaligus. Ukuran instalasi game bisa ditekan, loading jadi lebih cepat karena data lebih kecil, dan penggunaan VRAM juga ikut berkurang. GPU modern yang sudah punya akselerasi AI bisa memanfaatkan proses ini untuk menjaga performa tetap stabil saat rendering berlangsung.
Dalam pengujian internal, model AI mampu menghasilkan piksel pertama dalam waktu sekitar 0,194 nanodetik. Angka ini cukup cepat sehingga tidak menambah latency yang terasa saat game berjalan, sesuatu yang penting untuk menjaga pengalaman bermain tetap mulus.
Semua pengujian tersebut dilakukan menggunakan sistem Panther Lake dengan iGPU Arc B390 yang sudah dilengkapi XMX cores. Dukungan hardware ini jadi salah satu kunci agar proses encoding dan decoding berbasis AI bisa berjalan tanpa membebani sistem secara berlebihan.
Tapi, TSNC milik Intel saat ini belum sampai tahap final. Intel menyiapkan rilis awal dalam bentuk alpha pada tahun ini, sementara tahap berikutnya masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Kita tunggu saja kehadirannya secara resmi.


















