Intel Resmi Gabung Terafab, Siap Dukung Ambisi Produksi Chip Elon Musk
Intel resmi bergabung dalam proyek Terafab yang diinisiasi oleh Elon Musk. Kabar ini muncul dari unggahan Intel di platform X yang menyatakan bahwa mereka menjadi bagian dari proyek tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu perusahaan milik Elon Musk seperti SpaceX, Tesla, dan xAI dalam memproduksi chip untuk kebutuhan komputasi mereka.

Dalam pernyataannya, Intel menyebut akan membantu mempercepat target Terafab untuk menghasilkan daya komputasi hingga 1 TW per tahun. Target ini ditujukan untuk mendukung perkembangan teknologi AI dan robotika di masa depan. Meski begitu, perusahaan belum menjelaskan secara rinci terkait jumlah wafer yang akan diproduksi maupun teknologi manufaktur yang akan digunakan.
Sebelumnya, Elon Musk sempat menyebut bahwa Terafab menargetkan produksi awal sekitar 160.000 wafer per bulan. Sementara untuk teknologi yang digunakan, proyek ini disinyalir bakal mengarah ke node 2 nm. Jika Intel terlibat langsung dalam jalur produksinya, ada kemungkinan pendekatan yang digunakan akan menggunakan node 14A milik Intel.

Perlu diketahui, Terafab merupakan proyek yang diperkenalkan Elon Musk sebagai salah satu inisiatifnya di industri semikonduktor. Lewat proyek ini, Elom Musk terlihat ingin masuk ke bisnis manufaktur chip yang menguntungkan sekaligus mengurangi ketergantungan perusahaan miliknya seperti SpaceX, Tesla, dan xAI terhadap foundry besar seperti TSMC dan Samsung. Langkah ini juga mencerminkan kebutuhan internal mereka terhadap pasokan chip dalam skala besar, terutama untuk mendukung pengembangan AI.
Baca Juga: Bukan Cuma Mobil, Produsen Baterai Mulai Masuk Industri Kapal Laut
Meski begitu, sampai saat ini masih belum jelas apakah Terafab akan membangun fasilitas produksinya dari nol atau memanfaatkan infrastruktur yang sudah dimiliki Intel. Mengingat kompleksitas industri semikonduktor, penggunaan fasilitas Intel kemungkinan menjadi opsi yang lebih realistis bagi Elon Musk, setidaknya pada tahap awal pengembangan.
Jika ambisi ini terealisasi, apakah Terafab mampu mengubah peta persaingan di industri semikonduktor?
















