Pemerintah Korea Selatan Awasi Harga Komponen PC, Siapkan Langkah Stabilkan Pasar
Pemerintah Korea Selatan dikabarkan mulai mengambil langkah untuk merespons kenaikan harga DRAM yang terjadi belakangan ini. Mereka berencana meningkatkan program daur ulang dan penggunaan kembali PC dari instansi publik, sekaligus memperluas distribusi perangkat sejumlah kelompok masyarakat. Selain itu, pemerintah negara tersebut juga akan memantau kondisi pasar untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar, baik pada PC maupun komponen seperti RAM dan SSD.

Berdasarkan laporan The Korea Herald, pemerintah Korea Selatan kabarnya telah membuang sekitar 22 ribu unit komputer di tahun lalu. Padahal, banyak dari perangkat tersebut sebenarnya masih dapat digunakan untuk tugas ringan setelah melalui proses perbaikan. Kedepannya mereka berencana meningkatkan jumlah perangkat yang digunakan kembali, sekaligus memperluas program bantuan PC bagi sejumlah kelompok masyarakat dan pemberian subsidi tunai untuk membantu pembelian perangkat bagi pelajar.
Pemerintah Korea Selatan Pantau Kondisi Pasar Komponen PC
Selain itu, Pemerintah Korea Selatan juga akan memperketat pengawasan terhadap pasar komponen PC. Melalui Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi serta Komisi Perdagangan Adil, mereka akan memantau distribusi serta kondisi permintaan dan pasokan DRAM, PC, dan laptop. Pemerintah Korea Selatan juga membuka kemungkinan investigasi terhadap praktik tidak wajar, termasuk kenaikan harga RAM dan SSD yang dinilai terlalu tinggi, serta akan mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran.
Baca Juga: NVIDIA Rilis DLSS 4.5 Dynamic Multi Frame Generation dan 6X Multi Frame Generation
Langkah ini menunjukkan bahwa kenaikan harga DRAM sudah mulai dianggap sebagai isu strategis. Permintaan yang meningkat dari sektor AI dan data center membuat pasokan semakin terbatas, sehingga harga ikut terdorong naik dan berdampak pada berbagai perangkat elektronik. Ditengah lonjakan harga komponen PC ini, menurut kalian apakah langkah pemerintah Korea Selatan ini efektif untuk menjaga stabilitas pasar dalam negeri?













