Oracle Lakukan PHK Dadakan 30 Ribu Karyawan, AI Disebut Biang Keladinya
Baru-baru ini, Oracle melakukan PHK besar-besaran, bahkan yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Ribuan karyawan dilaporkan terdampak tanpa pemberitahuan sebelumnya, dengan email pemutusan kerja dikirim pada pukul 6 pagi di Amerika Serikat. Pesan tersebut menyatakan hari itu menjadi hari kerja terakhir, sementara akses ke sistem langsung dinonaktifkan tidak lama setelahnya.
Laporan dari karyawan di LinkedIn dan Reddit menunjukkan pemangkasan terjadi di berbagai divisi penting, termasuk Oracle Health, Cloud, hingga NetSuite. Estimasi dari TD Cowen menyebut jumlah karyawan yang terdampak bisa mencapai 20.000 sampai 30.000 orang secara global. Angka ini setara sekitar 18 persen dari total tenaga kerja Oracle yang mencapai 162.000 orang.
Di sisi lain, perusahaan diperkirakan bisa menghemat sekitar 8 hingga 10 miliar dolar AS dari kebijakan ini. Namun, perhatian juga tertuju pada skema pesangon yang dinilai lebih terbatas dibanding perusahaan teknologi lain. Karyawan di Amerika Serikat hanya menerima empat minggu gaji dasar untuk tahun pertama, ditambah satu minggu per tahun masa kerja dengan batas maksimal 26 minggu.
Baca Juga: Rowhammer Kini Ancam GPU Modern dengan Memori GDDR6 • Jagat Review
Ada syarat tambahan yang perlu dipenuhi sebelum pesangon diberikan, yaitu penandatanganan dokumen pemutusan kerja melalui DocuSign. Tanpa proses ini, pembayaran tidak akan diproses, sementara saham RSU yang belum vest juga dinyatakan hangus. Paket ini tidak mencakup perpanjangan asuransi kesehatan atau benefit tambahan lain yang biasanya muncul dalam kasus serupa.
Oracle Lakukan Pemangkasan Gara-gara AI
Pemangkasan besar ini dikaitkan dengan ekspansi agresif Oracle di sektor data center untuk AI yang membutuhkan biaya sangat besar. Dalam dua bulan terakhir, perusahaan disebut menambah utang hingga 58 miliar dolar AS, sementara harga sahamnya turun lebih dari 25 persen sepanjang tahun ini. Sejumlah bank di Amerika Serikat juga dilaporkan mulai menarik diri dari pembiayaan proyek infrastruktur tersebut.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan baru soal arah strategi Oracle ke depan, terutama ketika investasi AI justru diiringi pengurangan besar tenaga kerja. Bagaimana menurut kalian, apakah langkah ini akan memperkuat posisi Oracle di industri AI, atau justru jadi tanda tekanan finansial yang lebih dalam?
















