Tren Baru Pelajar, Sewa Kacamata Pintar Buat Nyontek
Tren kacamata pintar berbasis AI di China sekarang mulai terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama buat kalian yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Perangkat yang awalnya dirancang sebagai asisten digital justru dipakai sebagian pelajar untuk “mencari aman” saat ujian, dan caranya terbilang rapi.

Salah satu yang sering dibicarakan adalah Rokid AI Glasses. Secara fungsi, kacamata ini bisa membaca soal yang ada di kertas, lalu menampilkan jawabannya langsung di lensa. Dari luar terlihat seperti kacamata biasa, tapi di dalamnya sudah seperti membawa “contekan digital” yang sulit ketahuan.
Baca Juga: Uji Kabel Audio USD 4000 vs USD 7, Hasilnya Begini!
Yang bikin fenomena ini makin menarik, penyewaannya sudah jadi semacam bisnis kecil-kecilan. Di platform seperti Xianyu dan Xiaohongshu, kalian bisa menemukan penawaran sewa dengan harga sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per hari. Buat sebagian pelajar, harga segitu dianggap sepadan dibanding risiko tidak lulus.
Tidak semua pengguna memakainya untuk curang, memang. Ada juga yang memanfaatkan fitur terjemahan real-time atau sekadar bantu aktivitas harian. Namun, ketika iklannya terang-terangan menunjukkan bisa menjawab soal ujian, batas antara “alat bantu” dan “alat curang” jadi makin tipis.
Di sisi lain, teknologi di baliknya juga bukan main. Kacamata seperti ini bisa terhubung ke AI seperti ChatGPT, yang berarti jawabannya bukan sekadar database statis, tapi hasil pemrosesan yang terus berkembang. Bahkan dalam uji coba di Hong Kong University of Science and Technology, pengguna kacamata AI bisa masuk peringkat atas di kelas besar.
Pasarnya sendiri juga lagi naik cepat. Brand seperti Xiaomi, Alibaba, dan Li Auto ikut meramaikan dengan berbagai fitur, dari nonton konten sampai pelacakan makanan. Artinya, perangkat seperti ini tidak lagi niche, tapi mulai masuk ke arus utama.
Kalau dilihat dari sini, situasinya jadi terasa dekat. Bayangkan kalian lagi ujian, dan di sekitar ada orang yang “dibantu” AI secara diam-diam tanpa terlihat. Tentunya ini bakal mengganggu sistem pembelajaran, dan membuat para pelajar semakin ketergantungan dengan teknologi sebagai jalan pintas.













