Mengenal AMD ROCm, Pesaing NVIDIA CUDA yang Open-Source
Jakarta, 20 Mei 2026 – Bersamaan dengan peluncuran Ryzen AI 400 Series di Indonesia, AMD turut memperkenalkan lebih jauh soal ROCm. Platform ini merupakan solusi open-source untuk mengoptimalkan performa GPU dalam berbagai tugas berat. AMD ROCm juga digadang-gadang sebagai alternatif serius dari NVIDIA CUDA yang selama ini mendominasi pasar.
Secara fungsi, ROCm bertindak sebagai penghubung antara hardware GPU AMD dengan aplikasi yang dijalankan. Dengan adanya platform ini, GPU bisa dimanfaatkan untuk komputasi kompleks seperti AI, machine learning, hingga high-performance computing. Hal ini membuat GPU tidak hanya untuk grafis, tapi juga untuk kebutuhan komputasi tingkat lanjut.
Di dunia AI, AMD ROCm sudah terintegrasi dengan framework populer seperti PyTorch dan TensorFlow. Ini memungkinkan pengguna melatih model AI besar atau menjalankan proses deep learning langsung di perangkat lokal. Kemampuan ini jadi nilai penting, terutama bagi developer dan peneliti yang ingin efisiensi tanpa bergantung pada cloud.
Salah satu keunggulan AMD ROCm adalah sifatnya yang open-source dan fleksibel. Developer bisa memindahkan kode dari ekosistem NVIDIA ke AMD dengan lebih mudah berkat teknologi HIP. Dengan begitu, pengembang dan pengguna tidak terjebak dalam satu ekosistem vendor saja.
Kehadiran ROCm juga diklaim membuka peluang baru bagi pengguna GPU AMD, baik di server maupun perangkat konsumen. Platform ini sendiri juga didukung di Ryzen AI 400 Series dan tersedia sebagai unduhan terintegrasi melalui ComfyUI.














