PosIND Gandeng Alibaba Cloud untuk Bangun Ekosistem Logistik Digital Nasional
Jakarta, 20 Mei 2026 – PT Pos Indonesia menggandeng Alibaba Cloud untuk mendorong transformasi digital dan meningkatkan efisiensi operasional mereka. Lewat kolaborasi ini, PosIND tidak hanya memanfaatkan layanan cloud, tetapi juga teknologi Agentic AI milik Alibaba Cloud. Menariknya, kolaborasi mereka ini sudah menunjukkan hasil yang cukup terukur.

Salah satu hasil konkretnya adalah hadirnya platform logistik digital bernama GLID (Global Logistics Indonesia). Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai perusahaan logistik BUMN dalam satu sistem terpadu, dengan dukungan teknologi cloud-native dan AI dari Alibaba Cloud. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan layanan logistik yang melayani jutaan pelanggan di Indonesia.

Hasil Kolaborasi PosIND Dengan Alibaba Cloud
PosIND mengklaim transformasi ini membawa sejumlah peningkatan signifikan. Biaya operasional disebut turun hingga 40%, uptime sistem mencapai 99,9%, respons aplikasi meningkat 50% lebih cepat, dan tingkat kepuasan pelanggan naik 35% dibanding sebelum migrasi ke cloud. Deretan angka tersebut menjadi indikator bahwa implementasi teknologi yang mereka lakukan sudah memberikan dampak nyata terhadap operasional sehari-hari.
Di sisi lain, PosIND juga mulai memanfaatkan Qoder, platform coding berbasis model Qwen dari Alibaba Cloud, untuk mempercepat pengembangan aplikasi internal perusahaan. Dengan bantuan AI tersebut, tim developer diklaim dapat membuat prototipe aplikasi dalam waktu yang lebih cepat. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI mulai dipakai untuk mendukung produktivitas harian tim teknis mereka.
Baca Juga: Lenovo Luncurkan ThinkPad 2-in-1 Terbarunya, Dilengkapi Pen Stylus
Bagi Alibaba Cloud, kerja sama ini juga menjadi bagian dari ekspansi mereka di Indonesia. Mereka mengklaim saat ini berada di posisi nomor dua pasar cloud dan AI nasional, dengan sejumlah mitra strategis lain seperti Perum BULOG dan PT Agrinesia Raya yang juga telah menggunakan layanan mereka. Ini menjadi sinyal bahwa Alibaba Cloud ingin memperkuat posisinya di Indonesia, bukan hanya sebagai penyedia infrastruktur cloud, tetapi juga mitra teknologi untuk transformasi digital perusahaan besar dan BUMN.
Menurut kalian gimana, apakah model kolaborasi seperti ini bakal jadi standar baru buat perusahaan BUMN lainnya?
















