Intel Pamer GPU 480GB, Ethernet 200GbE, hingga Framework Robotika di Computex 2026
Intel datang ke Computex 2026 dengan daftar pengumuman yang cukup panjang. Selain meluncurkan prosesor server Xeon 6+, perusahaan juga memperkenalkan controller Ethernet baru untuk data center AI, mengungkap lebih banyak detail GPU Crescent Island, serta membawa framework baru yang ditujukan untuk robot dan Physical AI.

Sebagian besar teknologi yang dipamerkan memang berkaitan dengan AI, tetapi Intel tidak hanya berbicara soal model bahasa besar atau akselerator komputasi. Presentasi perusahaan tahun ini lebih banyak membahas infrastruktur yang dibutuhkan dan jadi aspek penting buat menjalankan AI dalam skala besar, mulai dari server, jaringan, hingga robotika.
Intel Ethernet E835

Di sisi jaringan, Intel memperkenalkan Ethernet E835 yang mendukung konfigurasi hingga 200GbE. Produk ini ditujukan untuk lingkungan data center modern yang harus menangani lalu lintas data dalam jumlah besar antar server, storage, dan akselerator AI. Adapter tersebut mendukung RDMA untuk mengurangi beban CPU saat transfer data dan tersedia dalam berbagai konfigurasi mulai dari 10GbE hingga 200GbE.
GPU Data Center 480GB, Intel “Crescent Island”
Intel juga mengungkap lebih banyak informasi mengenai GPU data center generasi berikutnya yang memiliki nama kode “Crescent Island.” Produk ini dibangun menggunakan arsitektur Xe 3P dan dirancang untuk menangani beban kerja AI yang semakin berat, terutama ketika model AI terus bertambah besar dan membutuhkan kapasitas memori yang lebih tinggi.

Spesifikasi yang paling mencolok adalah penggunaan memori LPDDR5X hingga 480GB. Kapasitas sebesar itu jauh melampaui kebanyakan GPU AI saat ini dan memungkinkan lebih banyak model atau data berada langsung di dalam memori GPU. Crescent Island juga menggunakan desain PCIe dengan pendingin udara dan memiliki konsumsi daya sekitar 350W.
Intel menilai kebutuhan memori akan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan Agentic AI. Berbeda dengan chatbot biasa yang hanya menjalankan satu kali inferensi, Agentic AI dapat menjalankan banyak proses secara berulang untuk melakukan perencanaan, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Akibatnya, kebutuhan token, kapasitas memori, serta bandwidth sistem meningkat drastis.
Baca Juga: Intel Xeon 6+ Resmi Meluncur, Bawa Hingga 288 Core dan Teknologi Intel 18A • Jagat Review
Framework Robotika OpenVINO
Selain perangkat keras untuk data center, Intel juga memperkenalkan OpenVINO Physical AI Framework. Framework open-source ini dibuat untuk membantu pengembang menjalankan model AI pada robot tanpa harus membangun ulang berbagai komponen dasar seperti pipeline kamera, sensor, sistem keselamatan, dan kontrol gerakan.
Menurut Intel, salah satu hambatan terbesar di industri robotika saat ini adalah proses deployment. Banyak model AI dapat berjalan dengan baik di laboratorium, tetapi membutuhkan pekerjaan tambahan yang cukup besar sebelum bisa digunakan pada robot di lingkungan nyata. OpenVINO Physical AI dirancang untuk mengurangi pekerjaan tersebut dengan menyediakan fondasi perangkat lunak yang dapat digunakan di berbagai platform robot.
Intel memperlihatkan sejumlah contoh penggunaan framework tersebut pada robot industri, robot layanan, kendaraan otonom, hingga humanoid. Perusahaan juga menampilkan hasil pengujian internal yang menunjukkan platform berbasis Intel Core Ultra dapat bersaing dengan sejumlah solusi robotika yang menggunakan hardware NVIDIA.
















