Lahan Donasi Buat Taman Malah Dijual Senilai 10 Juta USD untuk Bangun Data Center
Seorang petani dari Taylor City, Texas, bernama Bland menyumbangkan lahan seluas 87 hektar dengan harga USD 10 untuk dijadikan taman komunitas. Tapi nasib lahan donasi itu berubah setelah beberapa kali berpindah tangan, mulai dari yayasan hingga pemerintah Kota Taylor. Lahan tersebut akhirnya dijual ke pengembang data center dengan nilai mencapai US$10 juta.

Salah satu titik penting terjadi di tahun 2008 ketika pemerintah Kota Taylor mengalihkan kepemilikan lahan donasi tersebut kepada Taylor Economic Development Corporation (TEDC). Sejak saat itu, lahan tersebut mulai diposisikan sebagai aset untuk pengembangan ekonomi sebelum akhirnya dibeli oleh pengembang pusat data. Lahan tersebut kini direncanakan menjadi lokasi pembangunan Blueprint Projects Data Center, sebuah fasilitas data center seluas sekitar 135.000 kaki persegi.
Data center ini nantinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan komputasi, mulai dari penyimpanan data, hosting website, hingga pemrosesan AI. Proyek tersebut akan dibangun dalam tiga tahap dengan total investasi yang diperkirakan mencapai US$1 miliar. Rencana pembangunan di lahan donasi ini pun memicu berbagai tanggapan dari warga sekitar.
Tanggapan Warga Terkait Pembangunan Data Center
Sejumlah penduduk mengkhawatirkan dampak kebisingan, polusi cahaya, potensi pencemaran lingkungan, hingga penurunan nilai properti di kawasan tersebut. Mereka juga menilai kehadiran fasilitas industri berskala besar tidak sejalan dengan tujuan awal lahan yang sebelumnya diharapkan menjadi ruang publik dan area komunitas. Meski mendapat kritik, pemerintah Kota Taylor berargumen bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan proyek tersebut karena status zonasi lahan telah ditetapkan sebagai Employment Center.
Baca Juga: Burung Ini Bangun Sarang Pakai Fiber Optik Sisa Drone Perang
Di sisi lain, pemerintah memperkirakan proyek ini dapat menghasilkan tambahan pendapatan pajak sekitar US$30 juta dalam sepuluh tahun ke depan, yang sebagian besar akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan sekolah di distrik setempat. Menurut kalian gimana, apakah manfaat ekonomi cukup untuk membenarkan perubahan tujuan dari lahan tersebut?














