TrendForce: RAM Makin Langka, Harga RAM DDR2 Bakal Makin Melambung Tinggi

Riset terbaru dari TrendForce menyebutkan bahwa pasokan DRAM yang semakin sulit beberapa waktu belakangan ini akan memaksa pembeli DRAM konsumen untuk mengadopsi produk memori yang lebih lama untuk mengamankan alokasi pasokan yang lebih besar. Namun hal ini justru memicu permintaan baru akan DRAM generasi sebelumnya, mendorong kenaikan harga terutama untuk DRAM DDR2 atau DDR3.
Menurut TrendForce, kenaikan harga RAM yang signifikan terjadi di kuartal pertama tahun 2026 ini nantinya bakal disusul kenaikan harga kembali terutama pada DDR2, yang akan naik sekitar 50-60% pada periode kedua 2026. Dan nantinya akan diikuti kenaikan harga kembali di kuartal ketiga sekitar 35-40%.
Pihak TrendForce mengungkapkan bahwa dari sisi penawaran, tiga pemasok utama DRAM terus memprioritaskan produksi node canggih untuk mendukung permintaan HBM dan DRAM server yang didorong oleh investasi infrastruktur AI. Akibatnya, alokasi untuk wafer DDR4 dan produksi node matang lainnya semakin berkurang, memaksa pembeli DRAM konsumen untuk beralih ke generasi DRAM yang lebih lama dan mencari pasokan dari DRAM Taiwan.

Kelangkaan komponen DRAM konsumen yang berkelanjutan ini pun mendorong beberapa OEM dan ODM untuk menurunkan spesifikasi memori pada perangkat mereka untuk mengendalikan biaya sistem. Dalam beberapa kasus, desain DDR4 digantikan dengan solusi DDR3, sementara produk berbasis DDR3 digantikan menggunakan DDR2. Hal ini supaya mereka masih bisa memberikan spesifikasi yang mumpuni dengan harga yang tidak ikut mencekik konsumen.
Pemasok utama komponen DDR2 meliputi Winbond dan ESMT. Namun, Winbond secara bertahap mengurangi produksi DDR2 dan mengalokasikan kembali kapasitasnya ke produk dengan margin lebih tinggi seperti DDR3, DDR4, dan LPDDR4. Transisi ini diperkirakan akan semakin memperketat kondisi pasokan DDR2.
Sebaliknya, ESMT berencana untuk memaksimalkan produksi DDR2 dalam alokasi wafer yang ada di PSMC, memusatkan sumber daya pada segmen ini untuk meningkatkan profitabilitas dan membantu mengimbangi kesenjangan pasokan yang disebabkan oleh penarikan Winbond dari pasar DDR2.

















