Call of Duty: Modern Warfare 4 hadapi kritikan setelah pemain menemukan artwork yang diduga dibuat dengan AI dalam versi beta multiplayer.
Upaya Activision untuk kembali membangun antusiasme terhadap game terbarunya, Call of Duty: Modern Warfare 4, justru menghadapi kritikan baru yang muncul dari hal yang berada di luar gameplay. Sebab, pemain menemukan sejumlah artwork dalam versi beta itu yang diduga dibuat menggunakan AI generatif, memicu kritik karena franchise sebesar Call of Duty dianggap memiliki sumber daya yang cukup untuk mempekerjakan seniman manusia.
Modern Warfare 4 sendiri saat ini tengah menjalani fase beta dan dijadwalkan meluncur pada 23 Oktober 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC, serta Nintendo Switch 2. Game terbaru dari Infinity Ward dan Activision ini membawa kembali nama Modern Warfare sebagai seri utama tahun ini, dengan hadirkan multiplayer, campaign, dan mode DMZ sebagai daya tarik utamanya.
Persoalan muncul ketika pemain membagikan temuannya via media sosial, memperlihatkan artwork dengan karakteristik visual yang dianggap menunjukkan keterlibatan AI, termasuk detail gambar yang terlihat tidak konsisten. Activision sebelumnya memang telah mengakui penggunaan AI generatif untuk membantu membuat sejumlah aset dalam game Call of Duty. Artinya, kecurigaan terhadap Modern Warfare 4 tidak muncul begitu saja, melainkan guna mempertanyakan sejauh apa teknologi itu digunakan di dalam game.
Menariknya, AI generatif di dalam industri game kini semakin luas digunakan untuk menghasilkan konsep visual, aset pendukung, hingga materi pemasaran dalam waktu singkat. Meski demikian, penerapannya masih kontroversial ketika menyangkut karya seni yang menjadi bagian dari produk premium.
Apalagi Call of Duty bukan proyek indie dengan sumber daya terbatas, melainkan franchise blockbuster yang menjadi salah satu aset terbesar Microsoft dan Activision. Karena itu, pemain memiliki ekspektasi yang lebih tajam terhadap bagaimana aset visual dalam game tersebut dibuat.
Walaupun begitu, tanggapan akan temuan ini sendiri di media sosial tidak sepenuhnya menolak, karena tidak sedikit pula yang sudah menganggapnya sebagai praktik standar di era baru development game. Tampaknya semakin lama AI generatif menjadi topik di dalam pengembangan game, sisi gamer sendiri sudah mulai menerimanya selama tidak melampaui batas yang tidak wajar.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai penggunaan AI generatif di dalam pembuatan artwork game?