Studi Paparkan Bahwa Sistem Full Self-Driving Tesla Sering Langgar Aturan Lalu Lintas

Sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat mobilitas asal Belgia menyebutkan bahwa sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla kerap melanggar peraturan lalu lintas secara teratur.
Studi yang dibuat oleh Johanna.be tersebut dilakukan pada Juli 2026, terutama di Brussels, dengan para peneliti mengemudi sekitar 400 km melalui kota selama tiga hari, serta melakukan beberapa perjalanan di Flanders dan Wallonia. Studi ini berfokus kepada situasi di mana pejalan kaki dan pengendara sepeda harus menerima perlindungan khusus, terutama di zona dengan kecepatan 30km/jam, serta di jalan perumahan dengan batas kecepatan 20km/jam dan jalan khusus sepeda.
Dari hasil studi yang dilakukan tersebut, ditemui bahwa sistem otonom dari Tesla malah melampaui batas kecepatan di zona 30km/jam lebih dari setengah dari seluruh kasus yang dilakukan (55%). Ketika batas kecepatan dilampaui, kecepatan aktual rata-rata adalah 44 km/jam, bukan 30 km/jam, atau sekitar 47 persen di atas batas.
Kenapa hal ini bisa terjadi? Berdasarkan penelitian tersebut, rambu batas kecepatan 30km/jam awalnya bisa dikenali dengan benar, tetapi pengemudi kemudian terus-menerus diperlihatkan batas kecepatan 50km/jam. Para peneliti menyebutkan bahwa hal ini terjadi di 90 persen zona 30km/jam yang diuji untuk studi tersebut. Sehingga walau kamera dengan benar mampu mendeteksi batas kecepatan 30km/jam, tetapi sistem tampaknya secara otomatis malah mengadopsi batas kecepatan 50km/jam ketika memproses data kamera.
Sistem FSD pada Tesla juga nampaknya belum mengerti betul perihal aturan lalu lintas di wilayah Belgia. Di beberapa zona jalanan khusus sepeda, sistem otonom berulang kali mencoba untuk menyalip pengendara sepeda walau hal ini dilarang keras pada peraturan lalu lintas Belgia. Selama satu pengujian, kendaraan tersebut mencoba menyalip pengendara sepeda yang sama sebanyak empat kali, dan pengemudi manusia harus turun tangan setiap kali.
Proses persetujuan untuk implementasi FSD juga sangat menarik. Di Uni Eropa, FSD secara hukum tidak dianggap sebagai “mobil otonom” karena pengemudi tetap dianggap bertanggung jawab secara hukum dan harus tetap waspada untuk bisa melakukan intervensi setiap saat. FSD Tesla sudah disetujui di Belanda tetapi hanya bersifat sementara. Sementara di beberapa negara Uni Eropa lainnya telah mengadopsi persetujuan tersebut tanpa melakukan penilaian baru. Hal ini kemudian gagal mengungkapkan fakta bahwa sistem FSD Tesla tidak selalu mengenali peraturan lalu lintas khusus negara, dalam hal ini, di Belgia.
(sumber)















