Bikin Gambar Buaya Pakai AI, Pria di Singapura Terancam 10 Tahun Penjara
Siapa yang menyangka kalau bikin gambar pakai AI bisa bikin heboh, dan terancam penjara. Ya, ini dialami oleh seorang pria di Singapura bernama Ye Lin. Satu gambar AI buaya ternyata bisa bikin sebuah kawasan ditutup selama dua hari.
Diketahui, Ye menggunakan Google Gemini untuk membuat gambar buaya air asin di Pandan Reservoir pada Agustus. Gambar itu kemudian dikirim kepada seorang kolega, sebagai lelucon menyebutkan kalau di wilayah Panda Reservoir, ada penampakan buaya.
Masalahnya, gambar tersebut ternyata dianggap sebagai foto asli. Laporan penampakan buaya sampai diterima PUB, badan air nasional Singapura, sehingga aktivitas air di Pandan Reservoir dihentikan selama dua hari.
Petugas PUB bersama staf taman nasional juga melakukan pencarian untuk menemukan buaya yang sebenarnya tidak pernah ada. Sehari kemudian, PUB memastikan bahwa gambar tersebut palsu dan meneruskannya kepada polisi.
Hapus Gambar dan Gemini, Malah Kena Tuduhan Tambahan
Kasus Ye kemudian menjadi lebih serius karena polisi menyebut dirinya berusaha menyembunyikan tindakan tersebut dengan menghapus gambar AI dan aplikasi Gemini dari ponselnya. Ye pun menghadapi dua dakwaan. Menyebarkan pesan palsu di Singapura dapat dikenai hukuman hingga 3 tahun penjara, denda maksimal SGD 10.000, atau keduanya.
Baca Juga: Cara AI Membuat Video, Ini Penjelasannya
Sementara itu, dugaan menghalangi proses hukum membawa ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara. Jika kedua ancaman hukuman tersebut dilihat berdasarkan dakwaan yang dihadapi, kasus ini bisa membuat Ye berhadapan dengan total ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun.
Belum diketahui secara pasti bagaimana gambar tersebut sampai ke pihak PUB. Ada kemungkinan gambar yang awalnya dikirim kepada kolega kemudian diteruskan kepada orang lain yang menganggapnya sebagai foto sungguhan. Ye disebut berniat mengaku bersalah dan tidak menggunakan pengacara. Kasusnya akan kembali disidangkan pada November.















