Googlebook OS Bisa Jalan di Mac?!
Pengguna Mac dengan prosesor Apple Silicon kini bisa mencoba Googlebook OS tanpa harus membeli laptop Googlebook. Developer Skylar Taylor-Barrick berhasil menjalankan sistem operasi tersebut lewat proyek open-source bernama gbos-vm. Google Chrome pun sudah bisa berjalan di dalamnya, meski sistem ini masih dijalankan melalui virtual machine, bukan dipasang langsung sebagai pengganti macOS.

Pakai Recovery Image Googlebook Dell XPS
Eksperimen ini memanfaatkan recovery image Googlebook berbasis ARM64, yang awalnya disiapkan untuk laptop Dell XPS dengan SoC Snapdragon X. Agar bisa berjalan di Mac, proyek ini menggunakan QEMU dan MoltenVK untuk menjembatani teknologi grafis Vulkan dengan Metal milik Apple. Proses boot pertama membutuhkan sekitar 45 detik pada MacBook dengan SoC Apple M5.
Namun, bisa berjalan belum tentu berarti bisa berfungsi secara optimal. Googlebook merupakan platform dengan standarisasi dari Google, sehingga kompatibilitas sistem operasi ini tidak hanya bergantung pada kemampuan menjalankannya, tetapi juga dukungan hardware, software, dan fitur keamanan yang sesuai. Dalam eksperimen ini, Bluetooth masih mengalami crash, refresh rate layar dibatasi hingga 60 FPS, dan audio sempat tidak berfungsi. Pengguna juga membutuhkan RAM minimal 16 GB dan ruang penyimpanan kosong sekitar 60 GB.

Aspek keamanan pun belum setara dengan laptop Googlebook asli. Sejumlah fitur keamanan masih mengandalkan pengganti berbasis software, sementara verified boot tidak diterapkan pada partisi vendor yang dimodifikasi. Karena itu, proyek ini masih lebih cocok untuk eksperimen dan pengembangan daripada penggunaan harian, apalagi untuk menyimpan data penting.
Baca Juga: Selain Adobe, Developer ArtCraft Juga Mau Bikin “Tiruan” Microsoft Office Hingga Autodesk!
Meski masih punya banyak keterbatasan, eksperimen ini menunjukkan bahwa potensi Googlebook OS untuk digunakan di berbagai platform cukup masuk akal. Mac berbasis Apple Silicon bisa menjalankannya melalui virtual machine, membuka peluang bagi developer untuk menguji sistem tersebut di luar perangkat yang secara resmi mendukungnya.
Tentu, pengalaman yang optimal tetap membutuhkan dukungan dan kompatibilitas yang lebih matang, tetapi percobaan ini menjadi bukti awal bahwa Googlebook OS tidak harus selalu terbatas pada laptop Googlebook.
















