Hacker Serang Kulkas Supermarket Di Prancis, Kerugian Hingga Rp6 Miliar!
Serangan siber tak melulu menargetkan data atau rekening, tetapi juga bisa merusak sistem pendingin makanan. Sekitar 150 gerai Intermarché di Prancis dilaporkan menjadi sasaran hacker yang mengubah pengaturan kulkas hingga suhu mencapai 50 derajat Celsius. Akibatnya, banyak produk makanan harus dibuang karena basi dan sudah tidak aman untuk dikonsumsi.
Menurut laporan Bloomberg, pelaku menyusup ke sistem kontrol pendingin dan mengaktifkan mode defrost yang berfungsi mencairkan bunga es. Masalahnya, kondisi tersebut baru diketahui karyawan sekitar enam jam kemudian. Saat itu, makanan yang tersimpan di lemari pendingin sudah terlanjur rusak dan basi.
Kerugian Ditaksir Hingga Rp6 Miliar!
Serangan ini ternyata tidak hanya menyasar Intermarché. Sejumlah gerai Super U dan Leclerc juga dilaporkan terdampak, bahkan sistem label harga elektronik disebut ikut menjadi sasaran. Total kerugian awal diperkirakan mencapai 300.000 euro atau sekitar Rp6 miliar dan kemungkinan bakal terus bertambah.
Dilaporkan sistem pendingin Intermarché yang diserang menggunakan perangkat kontrol buatan Danfoss. Beberapa bulan sebelumnya, peneliti keamanan dari Team82 telah mengungkap sejumlah celah keamanan pada pengontrol pendingin Danfoss yang berpotensi disalahgunakan untuk serangan serupa. Namun, belum ada konfirmasi bahwa celah yang ditemukan tersebut benar-benar dimanfaatkan dalam insiden ini.
Baca Juga: Mesin Kopi Pintar Kirim 1 TB Data dalam 10 Hari, Serangan Siber? • Jagat Review
Pihak Cooperative U telah mengirim tim teknis untuk memperbaiki sistem yang terdampak dan berencana melakukan investigasi menyeluruh. Insiden ini menjadi pengingat bahwa sistem operasional seperti pendingin supermarket juga perlu perlindungan siber yang serius, karena dampaknya bisa langsung menyebabkan kerugian yang sangat besar. Gimana menurut kalian, setuju?

















