Intel Xeon E “Nova Lake” Dikabarkan Punya Hingga 32 Core, tapi Tanpa Hybrid
Intel kabarnya menyiapkan prosesor Xeon E generasi Nova Lake dengan pilihan hingga 32 core, tetapi ada satu hal yang berbeda dari prosesor desktop mereka. Alih-alih menggabungkan P-Core dan E-Core dalam satu prosesor, Intel disebut bakal memisahkan keduanya ke model yang berbeda. Jadi, pengguna bisa memilih prosesor dengan core performa tinggi atau prosesor dengan core hemat daya.

Intel Xeon E “Nova Lake” : P-Core Saja, atau E-Core Saja?
Berdasarkan bocoran Jaykihn, varian P-Core bakal tersedia dengan konfigurasi 4, 6, 8, 12, hingga 16 core. Sementara itu, varian E-Core akan menawarkan 4, 8, 16, atau 32 core. Meski jumlah core E-Core bisa mencapai dua kali lipat varian P-Core tertinggi, jumlah core saja belum cukup untuk menentukan prosesor mana yang paling kencang. Keduanya memang dirancang untuk kebutuhan berbeda.
P-Core mengutamakan performa tinggi, sedangkan E-Core dirancang untuk menangani banyak pekerjaan dengan efisiensi daya yang lebih baik. Pemisahan ini bisa memberi pilihan lebih spesifik bagi sistem workstation dan edge computing, tergantung kebutuhan beban kerja. Namun, Intel belum mengungkap performa maupun konsumsi daya masing-masing model.

Untuk platformnya, Xeon E Nova Lake kabarnya bakal menggunakan chipset W980 dengan dukungan memori DDR5 ECC dan hingga 48 jalur PCIe. Platform ini juga disebut mendukung Intel vPro serta konektivitas USB4 atau Thunderbolt 4 hingga 40 Gbps. Sementara itu, pengguna yang membutuhkan kombinasi P-Core dan E-Core dalam satu prosesor bisa memilih Nova Lake-S untuk desktop konsumen.
Baca Juga: ORICO Sekarang Bikin Laptop, Rilis ORICO Obook 15 AI • Jagat Review
Intel sendiri belum mengonfirmasi spesifikasi tersebut. Jika bocoran ini akurat, Xeon E generasi baru bakal menawarkan pilihan yang cukup kontras: 16 P-Core untuk mengejar performa atau 32 E-Core untuk beban kerja paralel. Menarik untuk melihat apakah pemisahan seperti ini benar-benar memberi keuntungan di sistem profesional, atau justru membuat pemilihan prosesor menjadi lebih bergantung pada jenis pekerjaan yang dijalankan.












