NVIDIA Gelar RTX AI PC Day di UPH, Dorong Transformasi Mahasiswa dari AI User ke AI Builder
Jakarta, 14 Oktober 2026 – NVIDIA baru saja menggelar RTX AI PC Day di Universitas Pelita Harapan pada 13 – 14 Oktober 2026. Di acara ini, NVIDIA menyebut kalau mereka ingin mahasiswa bertransformasi, dari hanya sekedar AI User, menjadi AI Builder.

Hal ini disampaikan langsung oleh Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia. NVIDIA ingin mengubah pola pikir dari AI User menjadi AI Builder, dimulai dari mahasiswa. Ia menyebut, kalau sebelumnya AI hanya dipakai untuk menjawab pertanyaan, di era Agentic AI, pengguna dapat melatih AI untuk membangun sesuatu. Dengan ini, pengguna tidak hanya memakai AI untuk menjawab pertanyaan, namun bisa dimanfaatkan untuk membuat sesuatu.
“Agentic AI itu kita train AI, bukan hanya untuk membuat saja, namun juga mengeksekusi perintah, inilah yang membantu kita bertransformasi dari AI User menjadi AI Builder,” ungkapnya.
Baca Juga: Update Frame Generation NVIDIA Tingkatkan FPS Hingga 35%, Bisa untuk RTX 50 dan RTX 40!
Agentic AI jadi bagian penting yang membantu transformasi dari AI User menjadi AI Builder. Adrian menyebut, kalau biasanya pengguna mengakses aplikasi atau tools secara langsung, dengan Agentic AI, ini berperan sebagai perantara antara pengguna dengan aplikasi. Jadi, Agentic AI akan mengakses software dan mengerjakan tugas secara otomatis.
“Inilah yang membedakan AI Agent dengan chatbot, kalau chatbot hanya menjawab pertanyaan, AI Agent dapat berpikir, membuat rencana, dan mengeksekusi berdasarkan instruksi kita. Jadi seperti “pekerja digital” yang bekerja untuk kita.” imbuhnya.
Adrian turut memberikan contoh bagaimana pengguna bisa memanfaatkan Agentic AI. Ia memberikan contoh sebuah arsitek yang memanfaatkan Agentic AI untuk mendesain rumah, mulai dari mengoptimalkan bentuk bangunan, hingga rendering foto realistis.
NVIDIA Percepat Transformasi dari AI User menjadi AI Builder dengan GPU RTX.

Dengan kemampuan Agentic AI yang dapat mempermudah pekerjaan dan tugas, NVIDIA berharap dapat membantu mahasiswa bertransformasi, dari yang sekedar AI User menjadi AI Builder. Untuk mempercepat transformasi ini, mahasiswa membutuhkan device yang dapat menjalankan AI secara lokal, contohnya seperti laptop dengan GPU RTX. Laptop dengan GPU RTX dapat menjalankan model AI lokal dengan sangat cepat bila dibandingkan dengan menjalankan model di CPU.
“NVIDIA berinvestasi dan menciptakan kategori baru seperti laptop GeForce RTX dan RTX Spark untuk membantu AI Builder untuk creating solution, dan NVIDIA membantu mereka dengan kemampuan AI yang bisa dijalankan di mana saja, baik secara cloud maupun lokal,” pungkasnya.













