Bukan Cuma AI, Tren Robot Humanoid Bikin Krisis Memori dan Storage Makin Parah!
Banyak dari kita mungkin hanya tahu bahwa AI jadi biang kerok krisis memori dan storage yang terjadi saat ini. Namun, ternyata ada sektor lain yang juga ikut menyumbang besar dan bahkan meski bubble AI pecah sekalipun di masa mendatang, krisis diprediksi masih akan berlangsung. Sektor tersebut adalah robot humanoid yang belakangan juga tengah berkembang pesat.
Satu Robot Humanoid Butuh 200 GB DRAM!
Micron, salah satu produsen memori terbesar dunia, dalam laporan pendapatan terbarunya memperkirakan satu robot humanoid yang makin canggih nantinya butuh lebih dari 200GB DRAM. Tidak hanya RAM, setiap robot juga diperkirakan memerlukan storage NAND dalam kapasitas beberapa terabyte. Kebutuhan sebesar ini membuat robot humanoid berpotensi menjadi sumber permintaan memori baru.
Micron bahkan menyebut physical AI dapat menjadi salah satu pendorong utama kebutuhan memori dan storage menjelang akhir dekade ini. Perusahaan juga memperkirakan kondisi pasokan dan permintaan memori bakal semakin ketat pada 2027 dan 2028. Mereka pun masih belum melihat kapan pasar akan kembali benar-benar seimbang meski kapasitas produksi terus ditambah.
Besarnya potensi permintaan tersebut terlihat dari proyeksi jumlah robot humanoid yang akan diproduksi. Estimasi pengiriman pada 2030 saat ini berada di kisaran 250 ribu hingga 1,2 juta unit. Jika mencapai skenario tertinggi dan setiap robot membutuhkan 200GB DRAM, kebutuhan memorinya saja bisa mencapai sekitar 240 juta GB atau 240 PB.
Baca Juga: Harga RAM Laptop Naik 6 Kali Lipat dalam Setahun! • Jagat Review
Micron sendiri merespons tren ini dengan meningkatkan investasi produksinya. Perusahaan menyiapkan belanja modal puluhan miliar dolar pada paruh pertama tahun fiskal 2027, terutama untuk memperluas fasilitas produksi. Jadi, meski permintaan AI suatu saat melambat, perkembangan robot humanoid berpotensi membuat tekanan terhadap pasokan memori dan storage tetap tinggi.














