Akhirnya! Tesla Pertama Kali Pamer Mobil Terbang
Tesla akhirnya memamerkan mobil yang bisa terbang! Mobil ini merupakan pengembangan dari Tesla Roadster generasi kedua yang sudah diperkenalkan sejak 2017, dengan ide penggunaan pendorong roket yang mulai dibicarakan Elon Musk pada 2018. Setelah bertahun-tahun dinantikan, Tesla kini memperlihatkan demonstrasi kemampuan mobil tersebut untuk terangkat ke udara.
Tiga Versi Tesla Roadster
Tesla menyiapkan tiga versi Roadster, yaitu Performance, Thrust, dan Rocket. Versi Performance diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 96,6 km/jam dalam waktu kurang dari 1,6 detik, sedangkan Thrust bisa mencapai kecepatan yang sama dalam waktu kurang dari 0,9 detik berkat tambahan pendorong gas dingin.
Versi Rocket menjadi yang paling ekstrem. Mobil ini hanya punya satu kursi dan dibekali pendorong yang dirancang untuk mengangkatnya ke udara. Tesla mengklaim akselerasinya dari 0 hingga 96,6 km/jam bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 0,59 detik, dengan kecepatan tertinggi lebih dari 370 km/jam.
Dalam demonstrasinya, Roadster diperlihatkan terangkat ke udara, melakukan manuver, lalu kembali mendarat. Meski begitu, kemampuan terbang yang ditampilkan masih berupa manuver singkat menggunakan pendorong khusus, bukan penerbangan seperti pesawat yang memungkinkan mobil berpindah tempat melalui udara.
Baca Juga: BYD Flash Charging Resmi Hadir di Indonesia, Ngecas Mobil Listrik Full Cuma 9 Menit!
Tesla belum mengumumkan harga final Roadster terbaru. Produksinya ditargetkan berlangsung pada 2028, sementara versi Rocket direncanakan tersedia melalui undangan. Mobil ini juga belum disetujui untuk penggunaan di jalan umum, sehingga kemampuan yang dipamerkan masih perlu dibuktikan pada produk final.
Tesla bukan perusahaan pertama yang membawa konsep mobil terbang ke tahap komersial. XPENG dari China sudah lebih dulu memasarkan kendaraan terbang melalui anak perusahaannya, AeroHT, termasuk Land Aircraft Carrier yang menggabungkan mobil darat dengan pesawat listrik yang bisa dilepas. Meskipun secara teknologi memang sangat berbeda, dimana mobil terbang XPENG lebih mirip drone pengangkut manusia, ketimbang mobil sungguhan.











