Microsoft: Game Halo Akan Lebih Sering Dirilis!

Reading time:
September 25, 2010

Halo yang merupakan game FPS terbesar di industri game memang baru memiliki sekitar 4 varian game,  Halo 1 hingga Halo 4 dan Halo : Reach, serta dua buah game spin-off : Halo Wars dan Halo : ODST. Masing-masing game in mencetak keuntungan yang besar. Namun pihak Microsoft sepertinya tidak begitu saja puas.

halo reach sunset

Phil Spencer, Vice President dari Microsoft Game Studios mengatakan bahwa frekuensi peluncuran satu game Halo setiap tiga tahun sekali itu terlalu lama. Spencer hanya menghitung jeda waktu tiap seri Halo yang utama, diluar seri Wars dan ODST. Bagi Spencer, yang terpenting adalah tidak membuat fans menunggu selama itu untuk sebuah game Halo. Menurut saya pribadi, ini memang hanya soal keuntungan semata yang pasti didapatkan Microsoft setiap kali sebuah game Halo diluncurkan. Mungkin dalam pemikiran mereka, lebih sering dirilis sama dengan lebih banyak keuntungan.

Spencer sendiri mengambil contoh apa yang dilakukan oleh Activision dengan franchise FPS mereka  Call of Duty yang sukses di pasaran. Activision tetap mempertahankan kualitas game mereka walaupun game tersebut dirilis lebih sering. Spencer melihatnya sebagai usaha yang maksimal untuk memperoleh hal-hal yang positif dan meraih kesempatan. Saya menerjemahkannya kembali: Keuntungan.

Dengan hengkangnya Bungie Studio dari franchise FPS ini, Microsoft sendiri sudah menawarkan kesempatan kepada 343 studio yang lain untuk menangani kelanjutan dari series Halo ini. Dan mungkin saja, tenggat waktu rilis akan menjadi pembicaraan untuk studio yang berhasil memikat Microsoft.

halo reach

Bagi saya pribadi, menunggu sebuah game Halo untuk tiga tahun adalah sesuatu yang layak. Hal ini menimbulkan sensasi dramatis ketika berhasil memainkan game yang ditunggu selama ini. Selama ini, game Halo tidak pernah mengecewakan. Apa yang Microsoft coba contoh dari Activision bagi saya hanya akan membuat Halo jatuh standar menjadi game FPS biasa. Terlalu sering dirilis hanya akan membuatnya tidak lagi istimewa.

Tolong Spencer, jangan ubah Halo menjadi seperti seri Call of Duty…

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…

Gaming

June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…
June 25, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Siapkan Optimisasi Performa yang Besar

Epic Games sebutkan Unreal Engine 5.8 akan menjadi versi paling…
June 25, 2026 - 0

Rumor: PS6 Diklaim Akan Gunakan Frame Generation Berbasis AI

Bocoran terbaru menyebut PS6 akan mengandalkan AI, Super Resolution, dan…