Sekolah Harus Belajar dari Video Game

Reading time:
September 25, 2010

Seberapa banyak dari kita yang secara jujur mengakui bahwa sekolah adalah kegiatan yang tidak menyenangkan? Saya yakin beberapa dari Anda sedang tersenyum atau mengangguk sekarang. Banyak dari kita yang berbagi pengalaman yang sama. Menjadi sangat ironis karena penelitian sendiri membuktikan bahwa cara tercepat untuk mempelajari sesuatu adalah dengan menghadirkannya di dalam situasi yang menyenangkan.

james paul gee

Seorang linguist dari National Science Foundation Arizona State University, James Paul Gee membenarkan hal itu. Menurutnya, pada dasarnya kegiatan “mempelajari” dari manusia  merupakan kegiatan yang sama menyenangkannya dengan makan, bahkan seks.  Bahwa manusia menemukan sesuatu yang membuatnya senang dari belajar. Namun entah kenapa, sekolah sebagai tempat belajar justru mengambil kesenangan itu.  Namun, dunia menemukan cara untuk mengembalikan kesenangan itu, yakni melalui video games.

Gee sendiri mengakui bahwa video game menawarkan pembelajaran dalam setting yang tepat, yakni menyenangkan. Lantas apa yang membuat Gee berpikir sekolah harus belajar dari video game?

teacher angry

Gee mengatakan bahwa kesenangan awal manusia akan belajar dapat ditemukan di video game karena efek resiko gagalnya yang rendah, cukup bertolak belakang dengan sekolah. Video game menyadari jika resiko kegagalan di dalamnya terlalu besar, maka para pemain tidak akan berusaha mengeksplorasi, mengambil resiko, mencoba sesuatu yang baru, atau bahkan berpikiran sempit karenanya. Karena itu video game mengecilkan resiko itu dengan memberikan sistem checkpoint dan hero yang bisa kembali hidup setelah mati, misalnya.

Secara tidak langsung dengan sistem seperti itu, video game kemudian mengajarkan kepada pemainnya, “Kenapa tidak mengambil sedikit resiko?”, “Kenapa tidak mengeksplorasi segala sesuatunya?”, “Kenapa tidak duduk dan memikirkan cara yang baru untuk mencapai tujuan?”. Berbeda dengan sekolah yang hanya meminta Anda duduk dan menyerap pelajaran begitu saja. Sekolah memberikan kepada Anda pengetahuan tentang “Ini yang harus Anda lakukan.”, sementara video game memberikan Anda kebebasan berpikir tentang “Bagaimana Anda akan melakukannya?”

Gee juga menyatakan bahwa video game membuat Anda lebih cerdas untuk tidak terlalu terburu-buru mengejar tujuan yang belum pernah Anda pikirkan sebelumnya. Anda akan memilih untuk mengeksplorasi lebih jauh, melihat berbagai kemungkinan, dan memikirkan ulang tujuan.  Game-game modern yang mengfokuskan diri pada gameplay multiplayer dengan karakter yang banyak dan skill berbeda juga akan memberikan kemampuan untuk mengintegrasikan variabel-variabel yang berbeda menjadi satu, seperti halnya ilmu pengetahuan.

Ini yang ditawarkan video game. Pemain dimasukkan ke dalam suatu situasi, diberikan informasi yang cukup, diberikan alat untuk mencapai tujuannya, lalu dilepaskan untuk berpikir sendiri untuk mencapai tujuan. Kegagalan bukan sebuah hukuman, tetapi penguat kemampuan berpikir kreatif.

kids studying1

Bagaimana dengan pendapat Anda sendiri? Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan Gee?

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…

Gaming

June 24, 2026 - 0

Stop Killing Games Tak Menyerah Setelah Ditolak Parlemen Uni Eropa

Meski Komisi Eropa menolak aturan baru untuk menjaga game tetap…
June 24, 2026 - 0

Nintendo Switch Online Naik Harga di Jepang untuk Pertama Kalinya Sejak 2017

Nintendo Switch Online resmi naik harga di Jepang mulai 1…
June 23, 2026 - 0

Rumor: Xbox Project Helix Diklaim Bisa Sentuh Harga $1200

Spekulasi baru akan harga console next-gen Xbox Project Helix kembali…
June 23, 2026 - 0

Steam Machine Umumkan Harga Resmi, Model Termurah di Atas $1000

Kekhawatiran gamer yang menantikan Steam Machine akhirnya terjadi juga, ketika…