Versi Lain King of Fighters oleh Gordon Chan

Reading time:
September 3, 2010
King of fighters movie

Pengadaptasian video game ke dalam bentuk live action movie seperti menjamur di mana-mana. Makin banyak sutradara yang memiliki ide brilian untuk mengangkat video game legendaris ke dalam bentuk film. Apakah hasilnya pun brilian?

Sejauh pengamatan saya selama ini, film-film hasil adaptasi video game tidak dapat menandingi versi aslinya. Kondisi yang terjadi adalah terlalu banyak modifikasi yang kebanyakan tidak dapat diterima oleh para penggemar fanatik game yang bersangkutan. Hasilnya, saat ini banyak yang memandang sebelah mata jika sebuah film diangkat dari sebuah video game. Salah satunya adalah King of Fighters (koF) yang rilis di Amerika November tahun lalu. Apakah Anda merasa familiar dengan nama yang satu itu? Yap! Game produksi SNK Playmore tersebut diangkat menjadi live-action movie!

Film yang disutradarai oleh Gordon Chan ini menampilkan beberapa jagoan dalam game King of Fighters, seperti Kyo Kusanagi (Sean Farris), Mai Shiranui (Maggie Q), Iori Yagami (Will Yun Lee), Rugal (Ray Park), Chizuru Kagura (Françoise Yip), Terry Bogard (David Leitch), Saisyu Kusanagi (Hiro Kanagawa), Mature (Monique Ganderton), dan Vice (Bernice Liu). Di film ini, yang menjadi pusat perhatian adalah Mai Shiranui dan Kyo Kusanagi. Mereka harus mencegah Rugal menguasai kekuatan Orochi dan menjadi king of fighters.

mai shiranui

Setelah berhasil masuk ke dimensi lain, Rugal memulai usahanya untuk menguasai dunia dengan mengalahkan satu-persatu pejuang dan mengisap kekuatan mereka. Satu-satunya cara untuk mengalahkan Rugal adalah pedang Kusanagi. Namun, pedang tersebut tidak dapat ditemukan di mana-mana. Kyo Kusanagi, sebagai generasi terakhir klan Kusanagi, bertindak kurang kooperatif karena menganggap semua cerita mengenai turnamen, orochi, dan dimensi lain hanyalah dongeng semata. Sebagai pihak yang diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah tersebut, Mai harus berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan Kyo.

Jika Anda mengharapkan film ini akan sesuai dengan versi aslinya, bersiaplah untuk menuai kecewa. Karakter-karakter yang saya sebutkan di atas memang sesuai dengan versi game-nya, namun, banyak perubahan dan pengembangan yang dilakukan Chan yang menurut saya justru mengubah keseluruhan cerita game tersebut. Yang paling menonjol dari film ini—dan yang membuat para KoF-ers menepuk jidat mereka adalah ketidaksinkronan penggambaran karakter dalam KoF versi film dengan versi aslinya. Hampir semua karakter dalam film ini (baik fisik maupun sifat) tidak memiliki kesamaan dengan versi aslinya, misalnya Kyo Kusanagi yang berubah menjadi kulit putih (diceritakan Saisyu menikah dengan wanita kulit putih), wujud Rugal yang kurang garang, perubahan bentuk tubuh Mai Shiranui, dan tindakan apatis ala agen CIA, Terry Bogard. Sepertinya, Chan hanya “meminjam” nama-nama karakter dalam KoF, lalu “membangun” kembali sebuah cerita baru mengenai para pejuang tersebut.

kyo kusanagi

Belum hilang pengalaman saya menyaksikan film adaptasi game lainnya, Tekken, yang juga menuai banyak komentar pedas dari para pecinta Tekken. Entah mengapa, para pembuat film seakan kehabisan ide dan memutuskan untuk membuat kisah mengenai karakter-karakter yang ada di video game. Namun, jika film tersebut justru hanya membuat penggemar fanatiknya gigit jari, mengapa film-film tersebut dibuat?

Sebagai pembanding, film Street Fighter: The Legend of Chun Li membutuhkan biaya total 50 juta dollar. Sayangnya, sang sutradara melakukan kesalahan terbesar sepanjang sejarah hidup Chun Li: memilih Kristin Kreuk sebagai pemeran Chun Li. Selain itu, efek yang digunakan juga dapat dikatakan standar. Maka, tak heran jika film ini mendapat respon negatif dari banyak pihak.

Lalu, bagaimana dengan King of Fighter yang kabarnya hanya menghabiskan dana sebesar 12 juta dollar? Hhmm, sepenglihatan saya, film ini seakan dibuat seadanya karena banyak adegan yang dilakukan di studio. CGI yang digunakan juga jauh dari sempurna, mengingatkan saya pada film era tahun 90-an. Mungkin hanya satu hal yang bisa membuat film ini bertahan: Maggie Q. Namun, menurut saya, Maggie Q hanya menampilkan akting prima saja. Penampilan martial art-nya dapat dikatakan biasa saja. Apalagi, tubuh tipisnya sangat mengganggu pemandangan karena bertolak belakang dengan karakter Mai yang sebenarnya.

Film ini menjadi satu dari sekian banyak film adaptasi game yang mengecewakan penggemar fanatik game yang bersangkutan. Tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri di bioskop kesayangan Anda!

Tanggal rilis:
4 November 2009 (USA)
Genre:

Action, sci-fi
Durasi:

100 menit
Sutradara:

Gordon Chan
Pemain:

Sean Faris, Maggie Q, Will Yun Lee, Ray Park, Françoise Yip, Will Yun Lee, David Leitch
Studio:
Mandalay Pictures

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Ini adalah laptop terbaru dari ASUS yang cantik banget! Bodinya…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…

Gaming

May 14, 2026 - 0

Film Live Action The Legend of Zelda Dipercepat Rilisnya

Nintendo bagikan berita baik, dengan memajukan rilis film live action…
May 14, 2026 - 0

Capcom Jelaskan Posisi Generative AI Dalam Pengembangan Game Mereka

Capcom gunakan generative AI untuk meningkatkan efisiensi pengembangan game dan…
May 14, 2026 - 0

Frekuensi Update ARC Raiders Akan Dikurangi Demi Jaga Kualitas Konten

Embark Studios mengubah strategi frekuensi update ARC Raiders menjadi dua…
May 14, 2026 - 0

Fortnite Resmi Umumkan Kolaborasi dengan Overwatch

Setelah cukup lama hanya jadi rumor, Fortnite akhirnya berkolaborasi dengan…