Review ZTE Light: Tablet Android dengan Fitur Lengkap dan Harga Bersahabat

Reading time:
May 4, 2011

Operating System: Froyo dengan Market

Saat pertama kali diluncurkan di Eropa akhir 2010, ZTE Light masih menggunakan sistem operasi Android versi 2.1 (Éclair) yang dapat di-upgrade ke versi 2.2. Namun, versi yang kami terima sudah datang dengan OS Android versi 2.2 (Froyo) secara default. Salah satu kelebihan utama Froyo dibanding Éclair adalah kemampuannya untuk meng-install aplikasi di dalam memory card sehingga menghemat kapasitas memori on-board.

zte smartpad light v9 about
Sampel ZTE Light tablet yang kami terima datang dengan OS Android versi 2.2.
zte smartpad light v9 home
zte smartpad light v9 home2
Seperti tablet Android lainnya, terdapat sebuah tombol khusus yang akan menampilkan semua aplikasi yang terpasang.
zte smartpad light v9 phone
Interface telepon terlihat cukup straightforward dan mudah digunakan dengan virtual numeric keypad berukuran besar.

ZTE juga melengkapi tablet ini dengan akses ke Android market sehingga Anda dapat mengunduh ribuan program yang terdapat di dalamnya. Cukup membuat account google dan Anda bisa segera mulai mengunduh aplikasi-aplikasi tersebut. Sebagai informasi, tidak semua tablet Android yang tersedia di pasaran menyediakan fitur Android Market.

zte smartpad light v9 market
ZTE Light dilengkapi dengan akses ke Android Market.

Salah satu fitur utama dari tablet ini adalah dukungan Dolby Mobile yang diimplementasikan di player audio dan video dari ZTE Light. Saat playback musik atau film, Anda dapat mengaktifkan fitur Dolby Mobile untuk mendapatkan staging suara yang lebih luas. Fitur ini akan jauh lebih terasa saat menggunakan headphone. Handsfree yang dibundel menghasilkan suara cukup bagus. Akan tetapi, untuk hasil optimal, sebaiknya gunakan sepasang headphone yang lebih berkualitas.

Saat fitur Dolby Mobile diaktifkan, Anda dapat mengakses equalizer melalui tombol menu. Di samping beberapa preset yang disediakan, terdapat dua menu custom setting di mana Anda bisa menyimpan setelan equalizer Anda sendiri.

zte smartpad light v9 musicplay
zte smartpad light v9 video
Fitur Dolby Mobile dapat dihidup-matikan dengan mudah saat playback film atau musik dengan menekan logo “Dolby” yang berwarna biru.
zte smartpad light v9 musicequalizer

Sayangnya, fitur Dolby Mobile ini tidak didukung kemampuan multimedia yang memadai dari ZTE Light. Berdasarkan pengalaman kami, player video perangkat ini hanya mau memainkan format AVI/MP4 dengan codec H.264 dan H.263, itu pun terbatas di resolusi yang tidak lebih tinggi dari 800×480.  Player audio pun setali tiga uang, dengan dukungan format terbatas untuk MP3, WAV, dan AAC.

Satu fitur lain yang cukup menarik adalah kemampuan ZTE Light untuk berubah menjadi perangkat untuk tethering dengan komputer dan berubah menjadi WiFi access point. Hal ini dimungkinkan karena OS Android versi 2.2 yang digunakan tablet ini. Caranya mudah, cukup dengan mengaktifkan fitur tersebut melalui menu settings dan mengatur beberapa setelan konfigurasi. Operation mode yang digunakan adalah infrastructure sehingga access point ZTE Light dapat dideteksi dan digunakan oleh komputer dan perangkat mobile lainnya seperti smartphone BlackBerry.

zte smartpad light v9 wifi

Soal responsiveness, prosesor berkecepatan 600 MHz yang digunakan tablet ini sudah cukup untuk membuat ZTE Light terasa responsif saat kami mencoba bernavigasi menggunakan user interface Android, menjalankan program, dan melakukan multitasking. Terdapat sedikit delay saat berpindah di antara layar homescreen dengan menyapukan jari, tapi tidak terlalu kentara. Namun, kinerja tablet ini akan melambat cukup sigifikan saat terdapat banyak program yang berjalan secara bersamaan atau ketika memori internal hampir penuh terisi aplikasi. Selain itu, karena menggunakan layar sentuh jenis resistive, ZTE Light tidak mendukung fitur multi-touch. Hal ini agak membatasi kebebasan penggunanya di beberapa aplikasi yang sebenarnya mampu memanfaatkan fitur tersebut.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Bodi ADVAN Workplus AI Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik…

Gaming

April 28, 2026 - 0

Final Fantasy XIV Berikan Tanggal Rilis Resmi di Switch 2

Square Enix secara resmi tentukan tanggal rilis untuk Final Fantasy…
April 28, 2026 - 0

CEO Xbox Jelaskan Rencana Membuat Console Itu Jadi Platform Terbuka

CEO Xbox Asha Sharma menjelaskan visinya jadikan Xbox sebagai platform…
April 28, 2026 - 0

Atari Akuisisi Implicit Conversion Demi Perkuat Preservasi Game Klasik

Atari resmi mengakuisisi Implicit Conversion, studio spesialis emulasi yang dikenal…
April 27, 2026 - 0

Assassin’s Creed Hexe Kehilangan Game Director & 50 Developer

Ubisoft tampaknya sedang melakukan perombakan besar untuk Assassin's Creed Hexe,…