Tips Mengoptimalkan Pemakaian Solid State Drive

Reading time:
June 28, 2011

Sebelum Anda menggunakan sebuah Solid State Drive untuk dipakai di sebuah sistem komputer, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu SSD tersebut. Jika Anda sudah mengenal SSD tersebut, ada baiknya Anda membaca beberapa review kami mengenai SSD sebagai bahan pemilihan SSD untuk Anda. Nah, setelah Anda membaca mengenai beberapa review SSD, Anda pasti sudah tahu seberapa kencang sebuah SSD dapat berjalan.

Ada beberapa tips dalam memakai dan memilih SSD. Tentu saja tergantung jenis SSD-nya. Cara memakai SSD dengan kapasitas kecil tentu saja berbeda dengan yang berkapasitas besar. Beda lagi saat Anda ingin menggunakan RAID dan saat menggunakan AHCI. Di artikel kali ini, kami mencoba mengumpulkan beberapa tips menggunakan SSD yang diambil dari pengalaman kami saat memakai SSD.

1. Deframentasi= Tidak berguna

Defrag

Saat sebuah hard disk membaca dan menulis data, kadang-kadang data yang terbagi tersebut ditulis di sektor yang tidak beraturan. Karena hard disk masih menggunakan sebuah head untuk membaca, head tersebut harus mencari potongan-potongan data tersebut agar dapat dibaca dengan benar. Ini akan memakan waktu beberapa saat. Nah, di sinilah fungsi dari program Defragmenter. Program yang satu ini berguna agar data-data tersebut dapat beraturan kembali sehingga waktu pembacaannya jadi lebih cepat.

Akan tetapi, hal ini justru tidak berguna di sebuah SSD. SSD tidak memakai head untuk membaca dan menulis data. SSD melakukannya secara elektris sehingga pembacaan dan penulisan data jauh lebih cepat. Malah, penggunaan program Defragmenter ke SSD akan menyebabkan umurnya menjadi lebih pendek karena akan mengurangi siklus penulisan SSD. Sebagai pengingat, sebuah SSD biasanya memiliki batasan 10.000 kali penulisan yang menurut para ahli akan dapat dipakai sampai dengan lima tahun.

2. SSD berkapasitas kecil: Buang feature hibernation

hibernate

Di Windows 7, ada banyak feature yang sering kali kita tidak pakai. Misalnya saja feature hibernation. Feature yang satu ini akan membuat komputer menyalin semua isi RAM ke dalam hard disk sebelum komputer dimatikan. Saat dinyalakan, seluruh program yang sebelum komputer dimatikan masih berjalan akan langsung dapat dipakai saat komputer dinyalakan. Tujuannya tentu akan mempercepat waktu booting sebuah komputer. Sayangnya, besarnya RAM yang Anda gunakan akan berbanding lurus dengan kapasitas file hibernasi.

Di SSD dengan kapasitas kecil, misalnya 30 GB sampai 64 GB, setiap MB pasti berarti. Lagipula, dengan memakai SSD, waktu booting sebuah sistem operasi juga lebih cepat sampai 50%. Sayangnya, setiap instalasi Windows secara default langsung membuat sebuah file yang bernama hiberfil.sys sebesar jumlah RAM Anda. Nonaktifkan dengan cara sebagai berikut:

  • Klik START dan ketik CMD. Akan muncul hasil pencarian berupa CMD.EXE atau Command Prompt. Gerakkan kursor mouse ke hasil pencarian tersebut dan klik kanan.
  • Pilih Run As Administrator.
  • Setelah itu, akan ada sebuah window yang keluar berisikan huruf drive (misalnya C:\>).
  • Ketik: powercfg.exe /hibernate off dan klik enter.
  • Setelah itu, ketik exit untuk menutup window.

3. Pemakaian RAID di SSD: Gunakan SSD dengan Garbage Collection

garbage collection

Menggunakan RAID-0 di storage SSD akan menambah kinerja sistem secara signifikan! Akan tetapi, permasalahan utama ada di feature TRIM. Walaupun SSD Anda mendukung fungsi TRIM, saat menggunakan mode RAID, fungsi TRIM tidak akan bekerja. Intel memang sudah mengeluarkan driver RAID yang dapat membuat TRIM berjalan di chipset-nya. Akan tetapi, bagaimana jika Anda menggunakan chipset selain Intel?

Jawaban satu-satunya adalah gunakan SSD yang memiliki fungsi Garbage Collection secara native. Dengan feature seperti ini, SSD tersebut tidak memerlukan fungsi TRIM untuk membuat sampah data yang ada di flash memorinya. Saat ini, SSD dengan kontroler Toshiba T6UG1XBG-lah yang memiliki feature garbage collection tersebut. Di database review kami, SSD yang memakai kontroler tersebut adalah Kingston V+100. SSD seperti ini akan menghapus setiap data yang di delete, format, dan bahkan ditimpa. Tentu saja hal ini akan membuat kinerja SSD tersebut tidak akan menurun karena “kotoran” data tersebut.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HP yang baru aja…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Ini Laptop Covertible paling terjangkau dari ADVAN untuk saat ini.…

Gaming

March 27, 2026 - 0

Microsoft Tampilkan Jajaran Game 3rd Party Via Xbox Partner Preview Maret 2026

Microsoft gelar Xbox Partner Preview pada Maret 2026 ini, guna…
March 27, 2026 - 0

Nintendo Dikabarkan Akan Kurangi Produksi Console Switch 2

Akibat performa penjualan yang tidak mencapai target di AS, Nintendo…
March 27, 2026 - 0

PlayStation Akan Hapus Branding PSN Pada September 2026

Sony berencana untuk menghapus nama PlayStation Network (PSN) secara bertahap…
March 27, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Akan Punya Harga Berbeda Untuk Game Digital & Fisikal

Game digital dan fisikal di Nintendo Switch 2 secara resmi…