NostalGame: PepsiMan

Reading time:
August 30, 2011

Apa yang Saya Benci dari Pepsiman?

Who is that Guy?!

Pepsiman 5

Pepsiman 41

Pepsiman memilki cut scene teraneh yang pernah dimiliki oleh sebuah video game dan sayangnya, sama sekali tidak memanjakan mata. Anda akan disambut dengan pria gemuk yang tidak tampak banyak bergerak dan tidak memiliki identitas. Tidak jelas peran pria ini. Apakah ia merepresentasikan para peminum setia Pepsi? Atau jangan-jangan pria ini menjadi cermin gamer yang memainkan Pepsiman? Apapun itu, kehadiran pria ini benar-benar menjadi nilai yang minus.

Awas Lubang!

Pepsiman 58

Rintangan yang terdapat di Pepsiman memang beragam, namun yang paling menyebalkan adalah lubang besar yang terkadang hadir dalam posisi yang sulit dihindari. Jika rintangan lain masih memberikan kesempatan kedua bagi Anda untuk  melanjutkan permainan, lubang di jalan membuat Anda harus mengulang dari check point lagi. Bertemu lubang adalah mimpi paling buruk untuk seorang Pepsiman, dan juga Anda.

Checkpoint yang Terlewat

Pepsiman 43

Ini mungkin kesalahan minor yang jarang dilakukan, tetapi berdampak sangat signifikan. Perjalanan dari satu checkpoint menuju ke checkpoint yang lain bukanlah sebuah tugas yang mudah. Namun ketika Anda terburu-buru, entah mengapa seringkali Pepsiman Anda tidak bergerak ke arah yang Anda inginkan. Kasus terburuk yang bisa terjadi adalah Anda lupa menyentuh balon Checkpoint yang ada. Ini menjadi neraka! Satu kali saja gagal, maka Anda terancam untuk mengulang lagi dari awal permainan.

Ruang Sempit

Pepsiman 30

Pepsiman 16

Bagaimana mungkin Anda bisa menghindari begitu banyak rintangan dalam sebuah ruangan sempit jika Anda berlari dalam kecepatan yang konstan? Sang pepsiman tampaknya perlu belajar tentang hal ini. Rute yang ia pilih untuk berlari seringkali harus melewati ruangan sempit yang penuh dengan jebakan yang sulit untuk dihindari. Anda akan seringkali merasakan jatuh dan mengorbankan waktu di tempat seperti ini.

Sensasi Setelah Memainkannya Kembali

Pepsiman 22

Walaupun sudah lama tidak pernah memainkan game ini sebelumnya, Pepsiman menjadi game klasik pertama yang masih saya ingat dengan baik hingga saat ini. Dari visualisasi hingga gameplay, semuanya terekam dengan jelas di otak. Bahkan theme songnya yang sederhana itu masih terdengar begitu familiar di telinga. Sebuah game yang benar-benar meninggalkan memori yang luar biasa, bahkan hingga satu dekade.

Pepsiman masih tampil memukau dengan kesederhanaan permainan yang diusung, bahkan hingga saat ini. Namun tantangan yang dihadirkan tidak terasa sesulit ketika memainkannya pertama kali. Walaupun kebanyakan rintangan masih hadir beruntun, refleks yang tepat dan cepat akan membuat Anda menyelesaikan setiap misi dengan mudah. Masalah terberat masih datang dari lubang di jalan yang seringkali harus membuat saya mengulang dari awal. Apalagi ketika dikombinasikan dengan rintangan yang membuat Pepsiman lebih lambat.

Cut-scene yang melibatkan sang pria gemuk itu juga masih terasa aneh hingga sekarang. Bahkan dengan pemikiran yang kritis, eksistensi pria ini patut dipertanyakan. Perannya sama sekali tidak signifikan. Seandainya saja mereka menggantinya dengan wanita yang menarik mata di setiap cut-scene, maka Pepsiman pasti akan tampil lebih memukau.

Jika Anda merupakan gamer yang pernah memainkan game ini sebelumnya, ada baiknya Anda mencoba menjajal game ini kembali. Sebuah usaha yang mungkin pantas untuk menggali kembali memori lama yang sudah terkubur. Bahkan hingga sepanjang industri game hidup, karakter manusia perak biru ini akan sulit untuk dilupakan. Running Hero!

Pepsiman 59

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Bodi ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA) Form Factor Clamshell atau…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

Bodi ASUS ExpertBook Ultra (2026) Form Factor Clamshell Material Bodi…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…

Gaming

May 14, 2026 - 0

Film Live Action The Legend of Zelda Dipercepat Rilisnya

Nintendo bagikan berita baik, dengan memajukan rilis film live action…
May 14, 2026 - 0

Capcom Jelaskan Posisi Generative AI Dalam Pengembangan Game Mereka

Capcom gunakan generative AI untuk meningkatkan efisiensi pengembangan game dan…
May 14, 2026 - 0

Frekuensi Update ARC Raiders Akan Dikurangi Demi Jaga Kualitas Konten

Embark Studios mengubah strategi frekuensi update ARC Raiders menjadi dua…
May 14, 2026 - 0

Fortnite Resmi Umumkan Kolaborasi dengan Overwatch

Setelah cukup lama hanya jadi rumor, Fortnite akhirnya berkolaborasi dengan…