Review Asus EeePad Transformer: Notebook Jelmaan Tablet Android
Kesimpulan
Alternatif dalam membeli sebuah tablet yang memakai sistem operasi Android Honeycomb sudah bertambah dengan munculnya Asus EeePad Transformer di pasaran Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Asus merayu para calon penggunanya dengan sebuah docking yang mampu digunakan sebagai keyboard, baterai tambahan, serta menambah fungsi USB 2.0. Tentu saja, hal ini membuat para calon pengguna dan pengguna yang sudah memiliki tablet ini dapat membuat perangkatnya menjadi sebuah notebook.
Berbicara mengenai kinerja, hal yang satu ini memang tidak usah ditanya. EeePad Transformer menggunakan SoC dari NVIDIA, yaitu NVIDIA Tegra 2, kinerja yang dimiliki tablet ini mampu membuat Anda bermain game-game HD. Selain itu, lagging pada aplikasi adalah suatu hal yang akan jarang Anda lihat pada tablet ini, dengan catatan Anda tidak membuka banyak aplikasi yang berjalan secara multitasking. Kinerja tinggi pada tablet ini juga dapat membuat Anda nyaman dalam memainkan file video dengan resolusi 720p. Sayang memang, untuk resolusi 1080p memang dapat dimainkan, akan tetapi Anda tidak akan mendapatkan frame rate yang cukup sehingga akan membuat gambar lagging serta suara yang tidak sinkron.
Walaupun memiliki kinerja tinggi, tablet ini masih membawa satu hal yang mengganggu, yaitu backlight bleeding. Jika Anda bukan tipe orang yang terganggu akan masalah tersebut, Anda akan mendapatkan Asus Transformer sebagai tablet yang sangat baik. Tetapi untuk sebagian orang, sepertinya akan membuat mereka akan berpindah ke lain hati.
Tablet yang satu ini cocok untuk siapa saja. Para profesional tentu saja bisa terbantu dengan fungsi-fungsi yang ada di dalamnya seperti office, Gmail, dan lain sebagainya. Untuk para individual, Anda dapat menggunakan kemampuan multimedianya, mulai dari mendengarkan musik, menonton video, mengambil gambar, sampai menjadikannya sebagai album foto. Jika ada aplikasi yang kurang, Android Market siap sedia untuk memberikan aplikasi gratis maupun berbayar kepada Anda.
Kelebihan:
+ Kinerja kencang.
+ Dapat menggunakan keyboard sebagai mobile docking dan baterai tambahan.
+ Polaris Office.
+ Multitasking.
+ Tegra.
+ Honeycomb.
+ Mencapai 10 jam untuk daya tahan baterai.
Kekurangan:
– Backlight bleeding.
– Keyboard terjual terpisah.
– Tidak ada kemampuan 3G.
– 1080p belum didukung.
Data Teknis
| Prosesor | NVIDIA Tegra dengan ARM Cortex A9 Dual Core 1 GHz |
| Format Video | XviD, MPEG4, H.264, dan H.263 |
| Format Audio | MP3, WMA, MP4, AMR, OGG, AAC, AAC+, dan WAV |
| Format Gambar | JPG, BMP, PNG |
| Subtitles | Tidak mendukung |
| Kamera | 5 MP (Belakang), 2 MP (Depan) |
| Interface | MicroSD, microHDMI, USB 2.0 (pada docking keyboard), microSD |
| Koneksi nirkabel | Wi-Fi (802.11 b/g/n), Bluetooth 2.1 EDR |
| Dimensi dan Bobot | 271 x 171 x 13 mm / 680 gram |
| Daya Tahan Baterai | 601 Menit |
| Produsen | Asus |
| Website | http://www.asus.com.tw |
| Harga | Rp |













