Waspadalah, Televisi Perlahan Membunuh Anda!

Reading time:
August 18, 2011
television white noise

Hampir sebagian besar keluarga di dunia kini pasti memiliki pesawat televisi di rumah mereka. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, televisi berkembang menjadi media hiburan yang semakin terjangkau untuk semua golongan masyarakat. Mengusung berbagai konten menarik yang sebagian besar tersedia gratis, televisi menjadi pilihan paling masuk akal untuk menghadirkan sedikit keceriaan di dalam rumah. Namun siapa yang menyangka, jika “kotak ajaib” audio visual ini juga ternyata mampu membunuh Anda secara perlahan?

Jangan lantas membayangkan nyawa Anda terancam karena kehadiran makhluk menyeramkan yang keluar dari layar kaca Anda. Kita tidak sedang membicarakan fiksi horror ala Korea. Kemampuan televisi untuk membunuh ini didapatkan dari sebuah penelitan masif yang mampu dipertanggungjawabkan. Dr. J. Lennert Veerman dari University of Queensland, Australia melakukan penelitian terhadap 11.000 responden yang berusia di atas 25 tahun tentang kebiasaan mereka menikmati tayangan televisi. Dibandingkan dengan data populasi dan angka kematian Australia, penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan yang cukup mengejutkan. Televisi ternyata memiliki efek yang cukup katastropik untuk usia hidup Anda. Televisi membuatnya lebih pendek.

Hasil penelitian yang dirilis di jurnal British Journal of Sports Medicine ini menunjukkan sebuah data yang cukup kontroversial. Tenyata usia harapan hidup Anda yang berusia di atas 25 tahun akan berkurang 22 menit untuk setiap jam yang Anda habiskan menonton televisi. Tentu saja efek televisi ini tidak berasal dari dampak langsung. Pengurangan usia hidup ini lebih terjadi karena kurangnya aktivitas gerak dan kecenderungan untuk mengemil ketika menonton televisi, sehingga kemungkinan besar berujung pada obesitas. Selain itu, dampak psikologis seperti rasa kesepian, terisolasi, dan depresi juga menghantui. Bahkan bahaya yang ditampilkan oleh televisi ini disamakan dengan bahaya kesehatan yang mungkin dihasilkan oleh kebiasaan merokok.

television abandoned

Apakah Anda yang jarang menonton televisi lantas dapat dikatakan aman? Tidak juga! Anda yang dituntut untuk bekerja di depan komputer selama 6 jam per hari juga berpotensi untuk meninggal 40% lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak. Lantas apa yang harus dilakukan? Para peneliti menyarankan aktivitas fisik yang lebih banyak, kapanpun dimanapun. Duduk diam, makan, berbaring malas, kemudian makan kembali setelah usia 25 tahun memang membuat malaikat kematian lebih tertarik untuk menunggu Anda.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyatakan bahwa anak-anak Indonesia rata-rata menonton televisi selama 30-35 jam per minggu. Jika kebiasaan ini terus dilakukan hingga menginjak dewasa, ini berarti pengurangan masa hidup hingga 10 jam per minggu. Wow! Tidak mengherankan jika suatu saat kita melihat usia hidup manusia Indonesia yang memendek dari tahun ke tahun. Anak juga menjadi sangat rentan untuk terpapar berbagai dampak psikologis yang mengkhawatirkan jika terus melihat tayangan televisi saat ini yang harus diakui seringkali tidak cocok dengan usia mereka. Ini adalah sebuah wake up call yang sudah pantasnya dilihat sebagai sebuah masalah serius!

Ada baiknya kita mulai menyikapi penelitian ini dengan perubahan gaya hidup yang lebih bijaksana. Setidaknya berkomitmen untuk menyempatkan aktivitas fisik dan beristirahat ketika tubuh mulai merasa lelah menonton televisi. Jangan memaksakan diri seperti wanita Taiwan yang sempat menjadi bahan perbincangan ini. Keputusannya untuk menonton seri drama Korea selama 70 jam non-stop hampir membuat ia kehilangan kedua matanya. Matanya yang super lelah hampir kehilangan fungsi total karena kurangnya istirahat. Intinya, gunakan televisi dengan bijak. So people, know your limit!

grim reaper

Source: Yahoo!

Source gambar: Chilliganisland

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…

Gaming

June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…
June 25, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Siapkan Optimisasi Performa yang Besar

Epic Games sebutkan Unreal Engine 5.8 akan menjadi versi paling…
June 25, 2026 - 0

Rumor: PS6 Diklaim Akan Gunakan Frame Generation Berbasis AI

Bocoran terbaru menyebut PS6 akan mengandalkan AI, Super Resolution, dan…