Don’t Be Afraid of the Dark: Film Horror yang Kurang Menyeramkan

Reading time:
October 17, 2011

Hollywood tidak pernah berhasil menciptakan film horror yang memuaskan. Setidaknya, begitulah yang saya rasakan. Bahkan ketika mereka mengadaptasi cerita dari jajaran film horror yang lebih mumpuni, seperti The Ring (Jepang) dan The Eye (Thailand). Entah bagaimana, esensi film yang berhasil mengundang jerit tangis ketakutan penonton bisa tiba-tiba menghilang setelah di-remake oleh Hollywood.

Pada dasarnya memang fokus film horror Hollywood sangat berbeda dengan film horror Asia. Film horror dari Barat lebih mengutamakan adegan-adegan sadis yang penuh dengan darah dan jeritan, sedangkan film horror dari Timur menggunakan kekuatan mistis yang kental. Ini bukan berarti budaya Barat tidak memiliki mitologi-mitologi yang dapat diangkat menjadi sebuah film horror. Misalnya, film Don’t Be Afraid of the Dark yang merupakan remake dari film produksi ABC dengan judul yang sama pada tahun 1973.

Dont Be Afraid of the Dark

Tipikal film horror Hollywood

Film yang diproduksi oleh Guillermo del Toro ini diawali dengan adegan yang cukup menyeramkan. Seorang wanita yang bekerja di rumah besar Lord Blackwood dijebak oleh majikannya dan jatuh dari tangga. Terbaring setengah sadar di atas lantai, sang pelayan kemudian dibunuh oleh majikannya dengan sebuah palu dan alat pahat. Gigi korban pun dikumpulkan dan dipersembahkan kepada makhluk-makhluk di ruang bawah tanah rumah tersebut. Wujud makhluk tersebut tidak diperlihatkan, hanya suara-suara bisikan menyeramkan yang menghiasi keberadaan mereka. Lord Blackwood melakukan semua ini untuk merebut kembali anaknya yang tampaknya telah diculik oleh para makhluk. Bukannya mendapatkan apa yang diinginkan, Lord Blackwood malah ditarik masuk ke dalam kediaman para makhluk di tungku perapian rumah tersebut.

Lord Blackwood

Selang beberapa dekade, seorang anak berusia delapan tahun yang bernama Sally Hurst (Bailee Madison) pindah rumah dan tinggal bersama ayahnya, Alex (Guy Pearce). Alex dan pacarnya, Kim (Katie Holmes), tidak hanya tinggal di kediaman Lord Blackwood, tetapi keduanya juga sedang merenovasi rumah besar tersebut. Sally yang belum bisa menerima keberadaan Kim, mulai mengeksplorasi rumah tersebut sendiri dan menemukan ruang bawah tanah Blackwood. Berbagai kejadian aneh pun mulai terjadi. Sally mulai mendengarkan suara bisikan yang memanggil-manggil namanya, mengajaknya bermain, bahkan mengganggunya di kamar.

Untuk beberapa menit di awal, film ini menyuguhkan sebuah potensi film horror yang baik. Sebuah rumah besar dengan setting yang gelap, serta suara-suara bisikan di setiap sudut ruangan cukup memberikan kesan yang menegangkan. Sayangnya, kesan itu tidak bertahan lama. Saya pribadi tidak begitu menyenangi film horror yang mengangkat keberadaan makhluk-makhluk aneh, di luar hantu dan sejenisnya yang biasa muncul dalam film horror Asia. Namun, itulah yang terjadi di film Don’t Be Afraid of the Dark yang memunculkan makhluk-makhluk kecil dengan kemampuan untuk menggunakan benda-benda tajam sebagai senjata untuk membunuh. Tokoh film yang bersimbah darah dan adegan-adegan yang dapat membuat kita meringis jijik menghiasi film yang satu ini. Benar-benar khas film horror Hollywood. Bahkan hanya ada dua adegan yang benar-benar menegangkan dan membuat sedikit “jantungan”.

Katie Holmes Katie Holmes and Guy Pearce

Bailee Madison steals the show

Walaupun sensasi tegang dan menyeramkan tidak berhasil saya temukan dalam film ini, pemilihan Bailee Madison sebagai pemeran utama merupakan langkah yang sangat tepat. Anak berusia sebelas tahun ini menunjukkan kemampuan aktingnya yang luar biasa dalam film ini. Setiap emosi, dari perasaan sedih hingga takut, dimunculkan dengan sangat memukau dalam ekspresi wajah dan gerak-gerik tubuhnya pada saat dikejar-kejar oleh makhluk-makhluk aneh dalam film ini. Bahkan kehebatan akting Bailee berhasil menenggelamkan nama-nama besar, seperti Katie Holmes dan Guy Pearce, yang menjadi lawan mainnya yang jauh lebih senior. Pemilihan Holmes dan Pearce pun terhitung aneh, mengingat keduanya tidak banyak berkutat dalam film-film horror.

Kemampuan akting Madison ternyata tidak hanya hebat untuk film horror. Setelah memerankan Sally Hurst dalam film Don’t Be Afraid of the Dark, Madison memainkan peran sebagai Maggie dalam film Just Go With It dengan lawan main Adam Sandler dan Jennifer Anniston. Dalam film tersebut, Madison berperan sebagai anak seorang asisten ahli bedah kosmetik yang memiliki kepribadian yang jauh berbeda dari karakter Sally. Ia bahkan menggunakan aksen Inggris dalam film komedi tersebut dan menunjukkan berbagai bentuk emosi keceriaan yang berhasil mengundang gelak tawa para penonton.

Bailee Madison 1 Bailee Madison 2

Kesimpulannya, Don’t Be Afraid of the Dark merupakan sebuah film horror yang patut ditonton. Setting film, ide cerita dan makhluk mitologi yang diangkat, serta akting Bailee Madison membuatnya menjadi tontonan yang cukup menghibur.  Namun, bagi Anda yang telah menempatkan film horror Asia sebagai tolak ukur, sebaiknya menghindari film ini. Tidak banyak yang dapat ditawarkan bagi Anda! Ketegangan dan perasaan takut yang dimunculkan efeknya hanya sementara dan akan menghilang dengan cepat, bahkan pada saat film tersebut masih berputar.

Tanggal rilis:
26 Agustus 2011 (USA)

Genre:
Horror

Durasi:
99 menit

Sutradara:
Troy Nixey

Pemain:
Bailee Madison, Katie Holmes, dan Guy Pearce

Studio:
Miramax Films

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 1, 2026 - 0

Battlefield 6 Buka Pre-Order Untuk Battle Pass Season 3

EA lakukan manuver monetisasi yang agresif untuk Battlefield 6, dengan…
May 1, 2026 - 0

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Hilangkan Senjata Paling Uniknya

Ubisoft membuat perubahan besar terhadap salah satu senjata terunik di…
April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…