[Review] End of Watch: Drama Polisi yang Ekstra Menegangkan

Reading time:
October 16, 2012
end of watch 2012 poster 02

Selama ini Hollywood gemar menonjolkan sisi keren dari kepolisian Amerika Serikat. Adegan kejar-kejaran berkecepatan tinggi di jalan raya, baku tembak yang menghiasi proses pembekukan gembong narkoba, dan menemukan mitra kerja yang berkhianat kerap menjadi bumbu pilihan dalam film yang mengangkat kisah hidup para polisi. Ledakan yang spektakuler pun jarang dilewatkan. Apakah End of Watch juga menyuguhkan nuansa yang sama?

Film garapan David Ayer (Street Kings) itu mengangkat kisah dua polisi—Brian Taylor (Jake Gyllenhaal) dan Mike Zavala (Michael Peña)—yang menghadapi kejamnya area South Central, Los Angeles, dengan gagah berani. Bahaya dan kekerasan menjadi makanan sehari-hari, dari kasus penembakan oleh salah satu gang, penangkapan seorang pria yang menyimpan beragam senjata api berbalut emas dan berlian, hingga kasus penyelundupan. Tanpa mereka sadari, rangkaian kasus itu justru mengantar mereka ke jejak sebuah kartel Meksiko yang kejam.

Sekadar film bertema polisi biasa?

Sejak film dimulai, diperlihatkan bahwa Taylor gemar merekam setiap kegiatannya saat bertugas dengan Zavala. Kebiasaan Taylor dan Zavala dalam membawa kamera dan merekam setiap kejadian, termasuk TKP, mendapat kecaman dari atasan maupun koleganya. Namun, justru sudut pandang yang disuguhkan oleh kamera-kamera tersebut yang membedakan nuansa End of Watch dibanding film bertema polisi lainnya.

brian taylor jake gyllenhaal mike zavala michael pena

Penggunaan sudut pandang hasil rekaman, seperti dalam Chronicle dan Paranormal Activity, berhasil menarik penonton mendekat ke setiap masalah yang dihadapi kedua tokoh protagonis, serta sejumlah karakter lainnya. Setiap peristiwa dan kekejaman yang ditonjolkan pun terasa lebih nyata. Namun, perlu diingat bahwa End of Watch tidak menonjolkan sisi action, melainkan drama dan hubungan persahabatan antara Taylor dan Zavala.

Karena menonjolkan sisi drama, pada saat-saat tertentu alur cerita End of Watch terasa berjalan sangat lambat. Menariknya, rangkaian panggilan tugas yang dihiasi dengan temuan-temuan mengerikan, serta kekonyolan perilaku maupun percakapan Taylor dan Zavala membuat film itu tetap terasa menarik. Ayer berhasil membangun rasa penasaran dan ketegangan penonton dengan lambat dan pasti.

brian taylorjake gyllenhaal janetanna kendrick gabbynatalie martinez mike zavalamichael pena

Dinamika hubungan antara Taylor dan Zavala pun tidak luput dari peran pasangan masing-masing. Kehadiran Natalie Martinez (Death Race) dan Anna Kendrick (50/50) memberi suntikan kisah cinta yang mewarnai kelamnya dunia yang dihadapi dua tokoh utama End of Watch.

Kesimpulannya, End of Watch tidak mengangkat kisah hidup kepolisian AS dalam kemasan standar. Teknik pengambilan gambar yang kadang terasa tidak konsisten—antara sudut pandang hasil rekaman masing-masing karakter dengan standar sudut pandang orang ketiga—justru membawa penonton lebih dekat ke setiap dialog dan peristiwa yang dialami masing-masing karakter. Fokus di sisi drama dan dinamika hubungan persahabatan antara Taylor dan Zavala merupakan nilai yang jarang dieksplorasi dalam film-film serupa. Ayer pun berhasil menonjolkan sisi tersebut dengan sentuhan emosi yang bervariasi.

brian taylorjake gyllenhaal mike zavalamichael pena 4

Saya rasa semua faktor tersebut membuat End of Watch sebagai salah satu film yang patut ditonton. Namun, jangan membawa teman atau saudara Anda yang masih di bawah umur. Gambaran kehidupan polisi di tengah kejamnya area South Central, Los Angeles, yang terasa nyata tentunya tidak luput dari adegan sadistik dan umpatan-umpatan kasar.

Tanggal rilis:
21 September 2012 (AS)

Genre:
Drama, crime, thriller

Durasi:
109 menit

Sutradara:
David Ayer

Pemeran:
Jake Gyllenhaal, Michael Peña, Anna Kendrick

Studio:
Exclusive Media Group

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…

Gaming

October 28, 2026 - 0

Thermaltake Arcus 380 TG ARGB Tawarkan Bodi Kaca Panoramik

Thermaltake Arcus 380 TG ARGB hadirkan casing mid tower dengan…
October 28, 2026 - 0

Modder Sulap Console Lawas NES Jadi PC Mirip Windows 98

Modder berhasil mengubah console lawas Nintendo, NES, menjadi PC mirip…
October 28, 2026 - 0

Handheld PS6 Dikabarkan Miliki iGPU Terkuat Dibanding Pesaingnya

Handheld PS6 dirumorkan menjadi satu-satunya console portable dengan chip AMD…
October 27, 2026 - 0

ASUS Luncurkan Mini PC ROG NUC 16 Bertema Phantom Blade Zero

ASUS luncurkan mini PC ROG NUC 16 bertema Phantom Blade…