Podcast: Axioo Pakai “ODM Sampah”? ini Penjelasannya!

Harga RAM naik. Harga SSD naik. Nilai tukar Dolar naik. Tapi kok yang disalahkan produsen Laptop. Padahal harga Laptop itu menyesuaikan harga komponen. Sekarang saya coba ngobrol bareng Axioo Indonesia mengenai hal tersebut. Kabarnya Axioo ini pakai ODM sampah, bener ga?
Dalam perbincangan kami dengan Axioo yang diwakilkan oleh Bapak Timmy Theopelus selaku VP Business Development & Strategic Partnership PT Tera Data Indonusa, Tbk., dampak dari semakin sulitnya pasokan RAM serta kenaikan harga RAM dan SSD belakangan ini tentu saja dirasakan juga. Karena RAM dan SSD adalah bagian cukup signifikan dari cost sebuah laptop.
Dan ini bukan kondisi khusus Axioo, tapi terjadi secara global. Buat perusahaan, tantangannya justru bukan sekadar bagaimana menaikkan harga, tapi bagaimana sebisa mungkin kenaikannya tidak membuat produk kehilangan value. Jadi yang Axioo lihat bukan cuma cost per komponen, tapi keseluruhan konfigurasi: performanya masih masuk akal nggak, kapasitasnya cukup nggak, bisa di-upgrade nggak, dan apakah harganya masih kompetitif di kelasnya.
Axioo juga menyadari bahwa di media sosial, banyak pengguna yang menyebutkan bahwa Axioo kini semakin mahal, padahal laptopnya hasil rakitan lokal. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa komentar itu fair. Konsumen nggak punya kewajiban membeli Axioo hanya karena mereka brand Indonesia. Misal di situasi sekarang harg lagi pada naik, konsumen berhak bertanya: saya dapat apa? Jadi buat Axioo, tantangannya adalah memastikan setiap kenaikan harga masih bisa dijelaskan oleh produknya. Misalnya coba dipelajari dan dibandingkan dengan laptop lain di harga yang sama, dari performa, konfigurasi, upgradeability sampai after-sales. Kalau setelah dibandingkan Axioo lebih masuk akal, baru perusahaan dinilai layak dipilih.
Lebih lengkapnya, simak bincang-bincang kami dengan Axioo di video podcast berikut ini:














