Selamat Tinggal Lapdock dan Webtop

Author
Cerira
Reading time:
October 8, 2012

Jika Anda pernah mendengar produk keluaran Motorola bernama Lapdock dan Webtop, atau bahkan sudah memilikinya, maka Anda kini sudah menjadi kolektor. Diam-diam Motorola menghentikan produksi aksesoris dan softwarenya yang baru berusia 1 tahun tersebut karena alasan penjualan yang tidak memuaskan.

motorola lapdock.png

Sebenarnya kedua konsep produk tersebut tidaklah terlalu buruk dan bisa dikatakan merupakan sebuah mobile computing masa depan. Lapdock adalah sebuah aksesoris docking menyerupai laptop mungil namun tanpa prosesor, memori atau storage. Produk ini hanya akan menjadi docking yang memungkinkan pengguna laptop dan smartphone bisa menggabungkan atau bertukar fungsi. Software yang digunakan untuk membuat fungsi kedua piranti tersebut bisa berjalan adalah Webtop dimana software ini bisa membuat smartphone berfungsi sebagai otak dari laptop atau hiburan TV hub. Dengan Lapdock dan Webtop, para pengguna smartphone Motorola misal Atrix 4G atau Droid Bionic bisa menancapkan smartphonenya tersebut ke docking Lapdock dan selanjutnya bisa menjalankan beberapa fungsi komputer di smartphone, misal menjalankan browser, dan sebaliknya.

moto webtop accessories 610x377

Alasan Motorola sendiri untuk menghentikan produksi produknya tersebut adalah karena kurangnya adopsi konsumen pada Lapdock dan Webtop. Hal ini salah satunya disebabkan karena pada Android v4.0 sudah dilengkapi ‘bridge’ yang bisa menjembatani kesenjangan yang ada antara tablet dan smartphone yang pada dasarnya merupakan fungsi utama dari Lapdock. Hal ini tentu saja membuat konsumen tak butuh lagi membeli sebuah aksesoris tambahan lagi untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut.

Motorola sendiri sudah menerapkan berbagai strategi agar produk tersebut laku di pasaran. Mulai dari menurunkan harga Lapdock yang semula dipasarkan dengan harga $500 menjadi jauh lebih murah, bahkan yang terakhir dijual di DailySteals hanya $70, hingga menawarkan software Webtop dan Lapdock menjadi program bundling dengan beberapa smartphone terbaru besutannya.

Motorola berangsur-angsur akan menghilangkan software Webtop ini dari smartphone besutannya yang selama ini selalu dibenamkan setiap Motorola merilis seri baru. Motorola akan menghapus software ini dari mulai dari seri Photon Q, Droid Razr M, Droid Razr HD, dan Droid Razr Maxx HD, dan seri-seri baru lainnya sudah tidak akan dibenami software tersebut.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Ini adalah laptop terbaru dari ASUS yang cantik banget! Bodinya…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…

Gaming

May 18, 2026 - 0

Forza Horizon 6 Tembus 1 Juta Pemain Pada Masa Early Access

Saking tingginya antusiasme pemain akan Forza Horizon 6, game yang…
May 18, 2026 - 0

PlayStation 5 Pro Akhirnya Resmi Hadir di Indonesia

Setelah menunggu selama satu setengah tahun lamanya, Sony akhirnya resmikan…
May 14, 2026 - 0

Film Live Action The Legend of Zelda Dipercepat Rilisnya

Nintendo bagikan berita baik, dengan memajukan rilis film live action…
May 14, 2026 - 0

Capcom Jelaskan Posisi Generative AI Dalam Pengembangan Game Mereka

Capcom gunakan generative AI untuk meningkatkan efisiensi pengembangan game dan…