Mata Bionic Pertama Disetujui FDA

Author
Cerira
Reading time:
February 16, 2013

Setelah bertahun-tahun diteliti, menjadi prototipe dan telah dilakukan uji coba klinis, FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat memberikan ijin untuk mata bionic pertama di dunia, Argus II Retinal Prosthesis System digunakan untuk mengobati masalah mata terutama kebutaan. Argus II sendiri telah disetujui di Eropa dan telah diimplankan kepada pasien. Para peneliti sendiri telah melakukan prosedur tersebut kepada lebih dari 60 pasien dengan hasil bervariasi, namun dengan hasil yang positif.

bionic

Argus II dirancang untuk melawan efek dari retinitis pigmentosa, sebuah kondisi genetik yang menyebabkan fotoreseptor di dalam mata berhenti berfungsi sehingga mengakibatkan kebutaan. Di Amerika Serikat, retinis pigmentosa sendiri diderita sekitar 100 ribu orang sehingga penemuan ini jelas bukan obat untuk segala bentuk kebutaan. Meskipun begitu, ini adalah pertama kalinya ilmu pengetahuan telah berhasil menyembuhkan orang yang benar-benar buta dan mengembalikan sedikit kemampuan untuk melihat.

Sistem yang digunakan mata bionik tersebut terdiri dari susunan elektroda kecil yang ditanamkan di retina dan sepasang kaca mata dengan kamera mungil. Kamera tersebut akan menyuplai gambar ke elektroda yang menggantikan fungsi sell fotoreseptor yang rusak.

Hasil dari penggunaan mata bionik tersebut bervariasi namun semua pasien mendapat beberapa manfaat. Beberapa di antaranya bisa melihat bayangan padahal sebelumnya sama sekali tidak bisa melihat, namun ada juga yang bisa melihat dengan sangat jelas sehingga bisa membaca tajuk berita di surat kabar. Ada juga beberapa pasien yang melihat beberapa tampilan warna padahal sebelumnya hanya melihat warna hitam dan putih saja.

Penemuan ini tentu saja menjadi kemajuan yang sangat besar di dunia medis. Namun untuk bisa menikmati mata bionik tersebut bukanlah hal yang mudah dan murah. Di Eropa, Argus II dijual dengan harga €73,000 atau hampir US$100,000. Bahkan jika di Amerika Serikat disetujui, harganya bisa jauh lebih mahal.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

September 7, 2026 - 0

Podcast: Axioo Pakai “ODM Sampah”? ini Penjelasannya!

Harga RAM naik. Harga SSD naik. Nilai tukar Dolar naik.…
September 4, 2026 - 0

Review Acer Swift Air 14 AI: Laptop Kekinian Harusnya Begini!

Ini adalah laptop thin and light 2026 yang sangat kami…
September 3, 2026 - 0

Review Acer Aspire 7 Pro: Kok Bisa Spek Segini Cuma Rp 13 Jutaan?

Hari gini nyari laptop high performance pada mahal semua? Eits…
September 2, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Slim 3i (2026): Kencang? Irit? Uji Perdana Laptop Intel “Wildcat Lake”

Kalian harus tahu kalau selain “Core Ultra Series 3”, Intel…

Gaming

September 15, 2026 - 0

Valve Buka Pre-order Steam Frame & Umumkan Harga Resminya

Setelah sekian lama dinantikan, Valve akhirnya buka reservasi pre-order Steam…
September 15, 2026 - 0

Nintendo Umumkan Harga Resmi Switch & Switch 2 di Indonesia

Nintendo akhirnya resmi ungkap harga console Switch dan Switch 2…
September 15, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Versi Zelda 40 Tahun Kini Dijual Reseller Hingga $1700

Akibat kelangkaan karena sold out, reseller kini jual Nintendo Switch…
September 15, 2026 - 0

ASUS Rilis Monitor ProArt PA27UCDV Dengan Reproduksi Warna Tinggi

ASUS ProArt PA27UCDV tawarkan monitor 4K QD-OLED 120Hz yang bisa…