Review Samsung Galaxy S4: Smartphone Android Kencang dengan Feature Terlengkap
Layar: Capacitive 5 inci
Samsung Galaxy S4 sudah menggunakan layar Super AMOLED dengan teknologi sentuh berjenis capacitive. Untuk melindungi dari goresan, Samsung sudah memasangkan Gorilla Glass 3 pada smartphone Galaxy S4-nya. Banyaknya titik yang didukung dalam sekali tekan adalah maksimum sepuluh titik. Saat digunakan untuk bernavigasi, layar yang digunakan memang sangat responsif. Bermain game, seperti Temple Run 2 Best Quality, Need For Speed: Most Wanted, Subway Surfer, dan game HD lainnya pun juga terasa lancar. Gesture serta penekanan titik dapat dilakukan tanpa lag. Dalam melakukan navigasi pada sistem operasi Android, kami merasa sangat nyaman dengan layar responsif berdimensi 5 inci dengan resolusi 1920×1080 dari Samsung Galaxy S4 ini!

Samsung Galaxy S4 pun telah mendukung feature Daydream yang pada Google I/O lalu diperkenalkan. Fungsinya sama dengan screensaver pada sistem operasi Windows. Hal ini akan menjadi sangat menarik saat smartphone ada dalam sebuah docking atau sedang dilakukan charging.

Selain itu, seperti pada Samsung Galaxy S3, smartphone yang satu ini juga memiliki mode layar yang berbeda. Nah, pada Galaxy S4, terdapat satu feature yang bernama Samsung Adapt Display, di mana perangkat akan memilih mode secara otomatis, tergantung aplikasi yang digunakan. Jadi, saat melihat sebuah gambar atau video, kontras yang diberikan secara otomatis akan berbeda.
Kamera: 13 Megapiksel Penuh Feature
Rasanya jika kami review satu per satu feature yang ada pada smartphone ini, dapat memperpanjang halaman dari artikel kali ini. Oleh karena itu, kami hanya akan membahas mengenai hasil kamera pada smartphone ini. Kamera yang digunakan pada Samsung Galaxy S4 sudah memiliki resolusi 13 megapiksel. Berikut adalah hasil dari kamera belakang Samsung Galaxy S4. Hasilnya memang sangat baik. Smartphone ini dapat menghasilkan gambar yang tajam serta rendah noise.


Untuk kamera depannya, hasilnya adalah sebagai berikut


Ada satu bug yang kami temukan pada aplikasi kamera Samsung Galaxy S4. Entah karena perpindahan pekerjaan dari Cortex A7 ke A15 atau penyebab lainnya, kami menemukan sebuah lag besar saat menggunakan kamera. Bug tersebut dapat kami reproduksi secara terus menerus. Hal tersebut hanya dengan menyalakan aplikasi kamera, tekan tombol power untuk masuk ke mode standby, dan nyalakan kembali. Smartphone ini membutuhkan setidaknya 5-10 detik untuk dapat kembali mengambil gambar. Bayangkan jika Anda ingin menangkap momen saat si kecil pertama kali dapat berjalan!
Untuk feature kamera, Anda dapat melihat pada video berikut ini
Kemampuan Multimedia
Samsung Galaxy S4 juga tidak lupa dilengkapi dengan fungsi multimedia. Tentu saja, smartphone ini memiliki fungsi memainkan file-file audio yang cukup baik. Tampilan player audio-nya sudah dimodifikasi oleh Samsung sehingga berbeda dengan smartphone Android pada umumnya. Dukungan file audionya masih mengikuti dukungan bawaan Android, seperti MP3, MP4, FLAC, dan Ogg.

Pada Samsung Galaxy S4, sudah tertanam sebuah feature yang bernama Adapt Sound. Feature ini akan memilih suara terbaik yang akan keluar melalui earphone atau headphone. Sebelumnya, pengguna diharuskan untuk melakukan beberapa tes agar suara yang dihasilkan menjadi lebih baik.

Untuk memainkan file video, Samsung telah menyediakan sebuah shortcut aplikasi Video bawaan sendiri. Hal ini sangat baik mengingat tidak sedikit smartphone yang menghilangkan shortcut tersebut. Selain itu, Anda dapat menemukan file video di dalam galeri yang icon-nya mirip dengan icon gambar. Perbedaannya ada pada lambang Play. Smartphone ini telah mendukung file 3GP, MP4, MKV, AVI, MOV, XVID, dan WEBM. Gallery pada Samsung Galaxy S4 pun juga berbeda dengan smartphone lainnya.


Ada feature yang unik pada smartphone yang satu ini dalam melakukan navigasi di Gallery. Samsung memiliki feature bernama AirView. Feature ini dapat membantu para pengguna Samsung Galaxy S4 dalam melihat isi sebuah album, caption sebuah video, dan lain sebagainya. Hal itu dapat dilakukan dengan menaruh jari di atas sebuah obyek yang ingin Anda lihat tanpa menyentuh layarnya (hover).














