Sewaktu di Microsoft, Mattrick Pernah Mencoba Akuisisi Zynga

Author
Ozal
Reading time:
July 13, 2013

Don Mattrick yang kini menjabat sebagai Chief Executive Officer baru di Zynga pernah mencoba untuk melakukan tawaran akuisisi kepada perusahaan barunya itu, sewaktu masih menjadi Kepala Divisi Entertainment di Microsoft yang juga menangani konsol Xbox.

Mattrick

Kejadian tersebut terjadi pada 2010 silam. Pada waktu itu, Mattrick bernegoisasi dengan pendiri Zynga, Mark Pincus untuk membeli perusahaannya yang populer dengan game Facebook, Farmville itu. Tujuan Mattrick tersebut untuk mendukung lineup Xbox dengan permainan sosial yang selalu diakses oleh jutaan pengguna di jaringan Facebook tiap minggunya. Namun sayangnya, menurut berbagai sumber yang mengetahui hal itu, negoisasi tersebut hancur.

Kini, Mattrick yang kini berusaha 49 tahun itu telah mengambil alih jabatan Pincus di Zynga. Banyak hal berat yang harus ditangani oleh Mattrick, terlebih setelah perusahaaan itu kehilangan tempatnya sebagai pembuat game teratas di Facebook oleh King.com baru-baru ini.

Seorang Profesor Bisnis dari University of Michigan, Erik Gordon mengatakan, Mattrik kini mempunya dua tantang yang mesti dihadapinya sebagai CEO baru Zynga. Pertama, Dia mesti mengembalikan keadaan Zynga yang pernah berjaya di game sosial Facebook. Lalu kedua, walau Mark Pincus bukan lagi sebagai CEO Zynga, namun Ia masih pegang kendali di Zynga, sehingga sulit bagi Mattrick untuk beradaptasi dengan jabatan baru itu dan menggeser kekuasaan Pincus.

“Don merupakan pemimpin veteran yang telah berkembang di dunia permainan. Dia tahu bahwa konsol akan digantikan oleh game berbasis cloud (game online). Pandangan perusahaan seperti EA dan Microsoft (Ibarat) berada di dalam kaca spion, sementara Zynga berada di jalan depan,” ungkap Trip Hawkins, pendiri Electronic Art di mana Matrrick pernah menjadi bawahannya selama 15 tahun di EA, sebelum bergabung di Microsoft pada 2007 silam.

Ia berharap, Mattrick bisa menerapkan masa kesuksesannya sewaktu di EA untuk menghidupkan kembali Zynga. Sewaktu menjabat sebagai pengawas studio EA di Amerika Utara pada 1991, Mattrick melihat bahwa keuntungan yang diraih perusahaan tak kunjung membaik. Lalu, guna menghadapi masalah itu, Ia memangkas jumlah produksi game EA menjadi setengah. Ini dilakukan agar EA bisa fokus pada beberapa game saja yang memiliki adya tarik yang luas di mata pemain. Dari upayanya itu, seri The Sims, FIFA Soccer, dan Need for Speed hingga kini masih terus berjaya dan dinantikan oleh jutaan penggemarnya akan kelanjutan dari seri berikutnya.

Mattrick punya segudang pengalaman lebih dari dua dekade di perusahaan-perusahaan raksasa yang berkecimpung di dunia games. Ia pun dipercaya punya potensi untuk membangkitkan kembali kejayaan Zynga. Bahkan, Zynga pun sampai rela memberikan dana kompensasi bagi Mattrick sebesar US$ 50 juta atas kepindahannya itu dari Microsoft.

(Sumber: Bloomberg)

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 16, 2026 - 0

Valve Dikabarkan Siapkan Panel OLED Untuk Steam Frame VR

Valve dikabarkan tengah mengembangkan panel OLED untuk Steam Frame dengan…
October 16, 2026 - 0

ASUS ROG Xbox Ally X20 Resmi Masuk Indonesia

ASUS ROG Xbox Ally X20 resmi hadir di Indonesia dengan…
October 16, 2026 - 0

Sony Rayakan Ultah Ke-30 Gran Turismo Dengan DualSense Limited Edition

Sony mengumumkan DualSense Gran Turismo Limited Edition guna menyambut datangnya…
October 16, 2026 - 0

Xbox Nano Hadirkan Controller Mungil yang Bisa Dikantongi

Xbox hadirkan controller mungil Xbox Nano yang bisa dikantongi dan…