Review Synology DS213air: NAS Serbaguna dengan Koneksi Wireless Network

Reading time:
September 7, 2013

Synology merupakan salah satu produsen perangkat penyimpanan, terutama yang berjenis Network Attached Storage (NAS), yang cukup sering mengirimkan produk mereka untuk diuji oleh tim Jagat Review. Setelah sebelumnya kami pernah mencoba kehandalan produk mereka, yaitu DiskStation DS411+II dan DS212J, serta USB Station 2, beberapa waktu lalu perusahaan asal Taiwan tersebut kembali memberi kami kesempatan untuk mencoba produk NAS mereka yang lain, yaitu DiskStation DS213air.

Synology DS213air (44)

Kata “air” yang melekat di akhir seri produk ini memang masih jarang ditemui di produk-produk NAS dari Synology. Akhiran “air” tersebut menandakan bahwa perangkat ini memiliki fitur wireless network terintegrasi. Tentu saja, hadirnya fitur tersebut membuat NAS ini memiliki fleksibilitas penggunaan yang lebih dari sebuah NAS standar. Bagaimana fitur wireless network tersebut bisa membawa NAS ini ke tingkat yang berbeda dibandingkan dengan NAS dengan spesifikasi sejenis? Lalu, bagimana pula kemampuan dari produk ini ketika dioperasikan sebagai NAS di dalam jaringan lokal? Kami akan membahasnya dalam artikel ini!

Paket Penjualan

DiskStation DS213air dikemas Synology dalam sebuah kemasan box berukuran sedang dengan warna putih-hijau yang telah kami tampilkan gambarnya di awal artikel ini. Beberapa perlengkapan tambahan yang menyertai kehadiran DS213air turut dikemas dalam box tersebut.

Informasi spesifikasi DS213air yang tercantum di salah satu sisi kemasan penjualan.
Informasi spesifikasi DS213air yang tercantum di salah satu sisi kemasan penjualan.

Berikut ini adalah beberapa perlengkapan yang menyertai kehadiran NAS tersebut:

  • Adapter daya beserta dengan kabel power
    Synology DS213air (32)
    Synology DS213air (36)
  • Kabel Ethernet
    Synology DS213air (30)
  • Quick Guide
  • CD berisi manual, quick guide, dan aplikasi pendukung
    Synology DS213air (39)

Synology DS213air

Synology DS213air (2)

Secara umum, bentuk NAS dari Synology ini tidak banyak berbeda dengan kebanyakan NAS kelas Home/Small Office yang ada, yaitu dengan mengusung desain minimalis. NAS berwarna putih ini jelas menampakkan nama produsennya di kedua sisi perangkat. Di bagian depan, selain terdapat sebuah tombol power, terdapat 4 buah lampu indikator yang masing-masing mewakili status perangkat, WLAN, disk 1, dan disk 2.

Synology DS213air (4)

Synology meletakkan semua port koneksi di bagian belakang perangkat. Port koneksi yang ada pada perangkat ini adalah 2 buah USB 3.0 yang dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan media penyimpanan eksternal ke NAS ini, port Ethernet yang tentu saja berfungsi untuk menghubungkan perangkat ke jaringan, serta port daya.

Synology DS213air (7)

Sesuai dengan seri yang diusungnya, dengan awalan angka “2”, NAS ini mampu mengakomodasi penggunaan hingga 2 hard disk 3.5″ atau 2 hard disk/SSD 2.5″ dengan bantuan docking khusus. Hard disk tersebut terpasang di bagian dalam perangkat ini yang sayangnya tidak dapat dengan mudah diakses dari luar perangkat. Untuk mengakses kedua hard disk secara fisik, pengguna harus terlebih dahulu membuka casing dari perangkat ini. Walaupun tidak terlalu sulit dilakukan, hal ini sedikit mengurangi kepraktisan penggunaan dari NAS ini, terutama untuk pengguna yang seringkali butuh melepas hard disk yang ada di dalam.

Sisi kiri perangkat dapat dibuka untuk mengakses hard disk yang ada di dalam.
Sisi kiri perangkat dapat dibuka untuk mengakses hard disk yang ada di dalam.
Bay tempat kedua hard disk dipasang.
Bay tempat kedua hard disk dipasang.

Bila Anda ingin mengetahui spesifikasi hardware yang diberikan Synology untuk NAS ini, Anda dapat melihatnya di tabel di bawah ini. Informasi spesifikasi di tabel di bawah ini diambil dari situs resmi perusahaan tersebut.

Synology DS213air - Spec

Walaupun sama-sama menyandang kode 213, ternyata NAS DS213air ini memiliki spesifikasi yang berbeda dengan dua produk Synology lain yang juga menyandang kode serupa, yaitu DS213 dan DS213J.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 1, 2026 - 0

Battlefield 6 Buka Pre-Order Untuk Battle Pass Season 3

EA lakukan manuver monetisasi yang agresif untuk Battlefield 6, dengan…
May 1, 2026 - 0

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Hilangkan Senjata Paling Uniknya

Ubisoft membuat perubahan besar terhadap salah satu senjata terunik di…
April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…