Izin Menelepon di Pesawat Masih Diperdebatkan

Author
Ozal
Reading time:
December 21, 2013

Meski pemerintahan Amerika Serikat mengisyaratkan akan tetap melarang penggunaan smartphone untuk menelepon saat pesawat mengudara, namun hingga kini, hal tersebut masih diperdebatkan oleh dua badan pemerintahannya sendiri.

Kamis pekan lalu, seperti dilansir dari Wall Street Journal, dua badan pemerintahaan AS mengeluarkan putusan berbeda terkait izin penumpang pesawat melakukan panggilan suara melalui smartphone-nya. Dua lembaga tersebut, yakni Federal Communications Commission (FCC) AS dan Departemen Transportasi AS.

Pesawat 2

Dari hasil pengumungutan suara, FCC mengatakan, pihaknya tidak memiliki suatu alasan teknis bahwa panggilan telepon di dalam pesawat mesti dilarang. Tiga anggota pengawas gelombang nirkabel menyatakan setuju, sementara dua lainnya menentang proposal perizinan menelpon di dalam pesawat.

Menurut FCC, pihaknya hanya bertugas dalam menentukan, apakah secara teknis penumpang dapat menggunakan ponselnya dengan aman selama dalam penerbangan. Selama ini, cukup banyak keluhan penumpang yang dilayangkan ke FCC lantaran merasa terganggu dengan penumpang lain yang berisik saat menelpon di dalam pesawat.

“Saya tak ingin penumpang di sebelah kursi saya tiba-tiba berteriak (saat bertelepon) di ketinggiaan 35.000 kaki. Namun kita bukan lah Federal Courtesy Commission. Mandat dari komisi kami ialah bagaimana mangawasi fungsi jaringan,” ujar Thomas Wheeler, Komisaris FCC.

Sementara itu pada saat bersamaan, Departemen Transportasi AS mengumumkan hasil yang berbeda. Mereka mengatakan, penumpang dan industri maskapai penerbangan sangat menentang penggunaan telepon di dalam pesawat. Pihaknya pun sedang mempertimbangkan, apakah pelarangan aktivitas ini masih dalam tahap “adil bagi konsumen”.

Sementara itu, Menteri Transportasi AS Anthony Fox menambahkan, Ia bersama penumpang pesawat, anggota parlemen, maskapai penerbangan, dan pramugari memiliki kecemasan yang sama “tentang penumpang yang menelepon selama penerbangan,”. Untuk diketahui, kebijakan yang dikeluarkan Departemen Transportasi AS tersebut, biasanya lebih superior dibandingkan FCC. Kemungkinan besar, putusan yang dikeluarkan Fox akan tertuju pada pelarangan menelepon tersebut.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…