Pembayaran Mobile di Cina Mencapai Rp 1.500 Triliun

Author
Ozal
Reading time:
December 2, 2013
Cina

Penduduk Cina kian banyak yang menyukai praktik pembayaran melalui perangkat mobile dan pertumbuhannya pun cukup mengesankan. Selama 2013 ini, nilai transaksi pembayaran melalui perangkat mobile, diperkirakan akan melebihi 800 miliar yuan atau setara Rp 1.500 triliun. Angka itu lima kali lebih tinggi dibanding volume transaksi yang terjadi pada tahun lalu.

Demikian laporan bertajuk keamanan pembayaran online yang dirilis oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Ba Shusung bekerja sama dengan Pusat Penelitian Pembangunan di Dewan Negara, dilansir dari kantor berita Xinhua. Peneliti tersebut mengatakan, pada 2012 lalu merupakan suatu pihakan yang disebut sebagai ‘era baru’ dalam pembayaran mobile. Sehingga, setelah masa itu, pertumbuhannya pun kian melesat signifikan.

Pada tahun ini, sepertiga transaksi melalui mobile dikuasai oleh Alipay, layanan pembayaran terbesar di Cina yang dikelola oleh raksasa e-commerce Alibaba. Terjadi lompatan pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni sebesar 800 persen dibanding tahun sebelumnya. Selama event belanja ‘Double Eleven’ yang digelar pada 11 November lalu, transasksi melalui Alipay tumbuh hampir enam kali lipat dibanding tahun lalu menjadi 535 juta yuan (Rp 1 triliun).

Bukan hanya Alipay saja yang memang bisnis intinya bergerak dibidang pembayaran mobile. Namun, perusahaan internet lainnya pun di Cina juga kian berlomba untuk masuk ke ranah pasar ini, seperti WeChat dan Baidu. Layanan pesan instan paling populer di negeri tirai bambu tersebut telah menambahkan layanan pembayaran mobile pada Agustus lalu. Sementara Baidu, mesin pensari omor satu di Cina juga turut memperkenalkan layanan mobile payment sendiri, disebut Baidu Wallet SDK.

Pesatnya pertumbuhan transaksi melalui mobile ini juga didukung oleh jumlah pengguna ponsel dan internet kian banyak. Menurut data yang dikeluarkan Departemen Peindustrian dan Teknologi Informasi Ciba, per Oktober lalu, pengguna ponsel telah mencapai 1,22 miliar penduduk atau naik 100 juta orang dari tahun lalu. Di antara mereka, 67,19 persennya atau 817 juta merupakan pengguna internet mobile dan 34,5 persen telah menggunakan layanan 3G.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…