Intel Perkenalkan Teknologi Kompresi Tekstur TSNC, Tantang NTC Milik NVIDIA

Author
Irham
Reading time:
April 9, 2026

Setelah NVIDIA memperkenalkan NTC (Neural Texture Compression), kini Intel juga memperkenalkan teknologi milik mereka sendiri yaitu Texture Set Neural Compression atau TSNC. Ini adalah teknologi kompresi tekstur gambar yang diklaim bisa menghemat penggunaan memori dengan signifikan.

Mungkin hal spele seperti tekstur gambar, bisa jadi salah satu penyumbang terbesar dalam ukuran game modern. Resolusi yang semakin tinggi memang bikin detail terlihat lebih tajam, tetapi efeknya samping ke storage dan penggunaan VRAM. Di tengah kondisi seperti ini, solusi kompresi mulai bergeser ke penggunaan AI.

Intel TSNC

Cara Kerja TSNC Milik Intel

Cara kerja fitur TSNC yaitu data awal tekstur menggunakan format BCn yang sudah umum dipakai di industri, tetapi kemudian diproses ulang menggunakan neural network. Tekstur tersebut dikompresi oleh model AI, disimpan dalam bentuk yang jauh lebih ringkas, lalu didekode kembali saat dibutuhkan oleh GPU.

Dengan cara ini, ukuran tekstur bisa dipangkas cukup jauh tanpa mengorbankan tampilan secara signifikan. Intel bahkan menyebut hasil akhirnya masih sangat dekat dengan kualitas kompresi standar. Perbedaan visual memang tetap ada, tetapi dalam banyak kasus sulit dikenali tanpa perbandingan langsung.

Baca Juga: NVIDIA Pamer Teknologi Neural Compression, Konsumsi VRAM dari 6,5GB Jadi 970MB! • Jagat Review

Untuk implementasinya, Intel membagi TSNC ke dalam dua varian. Variant A lebih difokuskan pada kualitas, dengan kompresi hingga 9 kali dan penurunan visual sekitar 5 persen. Sementara Variant B mengejar efisiensi maksimal, mampu mencapai kompresi hingga 18 kali, dengan penurunan kualitas yang sedikit lebih terlihat di kisaran 7 persen.

Diuji Pakai Tool Benchmark Milik NVIDIA

Supaya tidak bias, pengukuran kualitas tersebut tidak berdasarkan klaim internal. Disini Intel malah menggunakan tool FLIP milik NVIDIA untuk membandingkan hasil gambar, supaya selisih yang muncul punya acuan yang lebih jelas. Ini memberi gambaran bahwa perbedaan kualitas memang ada, tetapi masih dalam batas yang bisa diterima untuk banyak skenario penggunaan.

Dampaknya terasa di beberapa sisi sekaligus. Ukuran instalasi game bisa ditekan, loading jadi lebih cepat karena data lebih kecil, dan penggunaan VRAM juga ikut berkurang. GPU modern yang sudah punya akselerasi AI bisa memanfaatkan proses ini untuk menjaga performa tetap stabil saat rendering berlangsung.

Dalam pengujian internal, model AI mampu menghasilkan piksel pertama dalam waktu sekitar 0,194 nanodetik. Angka ini cukup cepat sehingga tidak menambah latency yang terasa saat game berjalan, sesuatu yang penting untuk menjaga pengalaman bermain tetap mulus.

Semua pengujian tersebut dilakukan menggunakan sistem Panther Lake dengan iGPU Arc B390 yang sudah dilengkapi XMX cores. Dukungan hardware ini jadi salah satu kunci agar proses encoding dan decoding berbasis AI bisa berjalan tanpa membebani sistem secara berlebihan.

Tapi, TSNC milik Intel saat ini belum sampai tahap final. Intel menyiapkan rilis awal dalam bentuk alpha pada tahun ini, sementara tahap berikutnya masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Kita tunggu saja kehadirannya secara resmi.

Sumber

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…

Gaming

October 24, 2026 - 0

Mchose R9 Tawarkan Headphone Gaming Ringan Dengan AI Noise Cancelling Mic

MCHOSE R9 hadirkan headset wireless gaming yang begitu ringan, dengan…
October 24, 2026 - 0

Layanan Xbox Cloud Gaming Mulai Dijual Terpisah via Prepaid

Microsoft mulai menguji Cloud Playtime di layanan Xbox Cloud Gaming,…
October 23, 2026 - 0

Razer Kraken Kitty V3 Hadirkan RGB Reaktif untuk Game Streamer

Razer luncurkan headphone gaming Kraken Kitty V3 dengan desain telinga…
October 23, 2026 - 0

Xbox Labs Bangkitkan Dashboard Xbox 360 Blades di PC Browser

Xbox Labs menghidupkan kembali dashboard Xbox 360 Blades di browser…