Peneliti: Smartphone Sangat Bergantung dengan Logam Langka

Author
Ozal
Reading time:
December 15, 2013
Smartphone

Beberapa abad lalu, hanya ada beberapa material yang sering digunakan, yakni kayu, batu bata, besi, tembaga, emas, dan perak. Namun di zaman yang serba teknologi modern saat ini, material tersebut tentu tidaklah cukup. Sebuah chip smartphone misalnya, yang setidaknya membutuhkan lebih dari 60 elemen material yang berbeda. Namun apa jadinya bila suatu saat, elemen tersebut mulai langka, seiring dengan permintaan smartphone yang kian meningkat.

Para peneliti dari Yale University dalam penelitian terbarunya memperingatkan, smartphone dan gadget saat ini sangat bergantung dengan material logam langka. Material itulah yang hingga saat ini belum ada pengggantinya atau setidaknya, memiliki material alternatif pengganti.

Guna mengukur, apakah ada kemungkinan material langka di smartphone dapat digantikan dengan material lain, penelitian yang dipimpin Prof. Thomas Graedel tersebut menganalisis 62 elemen material langka berjenis logam maupun metaloid (bukan logam atau logam campuran) yang biasa digunakan di smartphone.

Hasilnya, tidak ada satu pun material alternatif yang mampu memberikan kualitas sama baiknya dengan 62 material tersebut. Sederhananya, bila suatu saat produsen kehabisan 62 material tersebut dan menggantinya dengan material alternatif, jangan berharap smartphone dengan kualitas baik dapat tercipta.

Bahkan ironinya lagi, 12 dari 62 material tersebut merupakan material yang tidak dapat digantikan dengan material manapun, termasuk material alternatif. Adapun 12 elemen material tersebut, yakni renium, rhodium, lantanum, europium, dysprosium, thulium, Iterbium, yttrium, strontium, talium, magnesium dan mangan.

Kami telah menunjukan bahwa subtitusi logam sangat lah bermasalah. Mengganti (material utama dengan material alternatif), perlu melakukaan peniruan dari sifat-sifat khusus – sebuah tantangan nyata dengan banyak pengaplikasian,” ujar Graedel, dilansir dari the Concervation.

Smartphone 2

Sebagai langkah antisipasi agar penggunaan unsur material logam langka tersebut bisa digunakan lebih lama lagi (jangka panjang), banyak negara yang menjadi pengekspor material logam mulai melakukan sesuatu hal yang malah terkesan “licik”. Salah satunya yang dilakukan pemerintah Cina melalui kebijakan politiknya pada tiga tahun yang lalu.

Pada 2010 silam, pemerintah Cina melakukan pembatasan ekspor beberapa material logam yang masuk dalam kategori logam tanah jarang dengan dalih, material mulai langka. Alhasil, dengan keluarnya kebijakan itu, baik pihak pemerintah maupun perusahaan Cina pun merasa diuntungkan. Harga material tersebut meningkat lima kali lipat bagi perusahaan luar negeri. Sementara bagi perusahaan dalam negeri dizinkan, mendapatkan material dengan harga yang lebih murah.

“Karena kekayaan dan populasi di seluruh dunia makin meningkat dalam beberapa dekade mendatang, para ilmuwan akan semakin tertantang untuk merancang material-material jenis baru dan lebih baik lagi,” ungkap salah satu kesimpulan dari laporan penelitian tersebut.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…