HWBOT Country Cup 2013 Hardware Highlights: HIS Radeon HD 5450 PCI 512MB GDDR3

Masih ingat dengan kompetisi overclocking online HWBOT Country Cup 2013 lalu? Lomba overclock antarnegara yang diselenggarakan situs overclock HWBOT.org tersebut berlangsung selama kurang lebih 60(enam puluh) hari, dan diikuti oleh lebih dari 40 negara, dengan Indonesia pada urutan ketiga.
Sejak Hwbot Country Cup pertamakali diadakan tahun 2009 lalu, kompetisi ini memiliki sebuah ciri khas tersendiri, yakni mensyaratkan penggunaan beberapa jenis hardware PC yang unik, tidak lazim, yang bahkan sangat sulit didapat. Mencari, dan meng-overclock hardware-hardware unik tersebut tentunya menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi overclocker yang mengikutinya.
Berikut ini kami sajikan berbagai hardware unik tersebut!
HIS Radeon HD 5450 PCI 512MB

Meng-overclock VGA PCIe memang sudah biasa, namun bagaimana dengan VGA PCI ? (Anda tidak salah baca, kami memang menulis kata ‘PCI’, dan bukan ‘PCIe’) Salah satu stage dari Country Cup 2013 lalu yakni Stage 7 dengan jenis benchmark 3DMark03 mensyaratkan penggunaan VGA dengan antarmuka PCI, sebuah antarmuka yang sudah ditinggalkan bertahun-tahun lalu untuk kartu grafis. Interface PCI sudah ditinggalkan banyak pengguna saat industri beralih menggunakan standar AGP(Accelerated Graphics Port).
Bagi peserta Country Cup, tentunya akan sulit memenuhi persyaratan hardware ini, mengingat juga benchmark 3DMark2003 memerlukan kartu grafis yang kompatibel dengan API DirectX 9.0 untuk bisa menjalankan semua testnya dengan optimal, sedangkan kebanyakan VGA PCI terdahulu biasanya hanya kompatibel dengan standar DirectX 7 kebawah. (catatan: VGA yang kompatibel dengan hanya DirectX 7 dan DirectX 8 masih bisa menjalankan 3DMark2003, walau skornya kurang optimal)
Untungnya, masih ada beberapa vendor yang tetap memproduksi VGA modern dengan interface PCI dengan alasan kompatibilitas dengan sistem tertentu(misalnya Intel Atom mini-ITX board untuk kebutuhan Home Theatre PC yang hanya memiliki slot ekspansi PCI). Meski VGA PCI seperti ini sulit dicari, HIS Taiwan cukup berbaik hati untuk meminjamkan salah satu VGA modern mereka yang memiliki antarmuka PCI, yakni HIS Radeon HD 5450 PCI 512MB (64-bit).
Gallery
Berikut ini tampilan dari HIS Radeon HD 5450 PCI yang kami terima:




Spesifikasi & Testing Awal

Chip yang digunakan sebagai otak dari VGA PCI ini mungkin tidak terlihat istimewa, karena hanya sebuah ATI Radeon HD 5450 yang memiliki 80 Shaders(Radeon Cores), serta 64-bit memory interface. Namun perlu diingat, pada kelas PCI, VGA ini termasuk salah satu yang paling kencang, mungkin sekelas dengan NVIDIA GT 430 / 610 PCI. Memori dengan tipe GDDR3 cukup membantu performa kartu grafis ini, mengingat interface memori-nya ‘dikebiri’ menjadi 64-bit.
Datanglah pengujian VGA PCI ini di sistem PC, namun kita menemui banyak sekali masalah performa dengan platform PC modern(Haswell, Sandy Bridge, dll), karena entah mengapa skor 3Dmark 2003 dengan VGA PCI ini selalu menghasilkan hasil yang rendah dan tidak normal (dibawah 5000 3DMarks, harusnya lebih). Untuk itu, kami memilih platform yang ‘klasik’, dimana kami yakin bahwa platform ini tidak akan mengalami masalah performa dengan kartu grafis berinterface PCI. Berikut ini spesifikasi PC yang kami gunakan untuk menguji:

- Prosesor: Intel Pentium 4 2.8Ghz (HT Enabled, FSB 200Mhz)
- Motherboard: ABIT AI7 (chipset Intel i865PE)
- RAM: Corsair XMS-3200XLPT 2x512MB , DDR400 2-2-2-5
- VGA: HIS Radeon HD 5450 PCI
- SSD: Intel 40GB
- PSU: Corsair CX 500W
Meski kami sempat takut bahwa sistem ini akan dihantui oleh masalah performance bottleneck, ternyata tidak demikian yang terjadi. VGA PCI Radeon HD 5450 ini berfungsi normal pada sebuah Platform Klasik berbasiskan Pentium 4 Northwood. Berikut ini skor sistem kami pada saat default:

Berikutnya, kami berusaha mengoverclock VGA ini hingga batas termaksimalnya, dan mendapat skor 7638. Pada saat ini, VGA mengalami limitasi overclocknya di Core Clock 700Mhz, dan memori di 800Mhz.

Modifikasi Voltase

Radeon HD 5450 umumnya bisa berjalan pada kecepatan hingga 800Mhz Core Clock. Ketidakmampuan VGA ini untuk berjalan di clock demikian mungkin disebabkan oleh kurangnya voltase pada GPU. Dan untuk itu, kami memodifikasi beberapa rangkaian pada VGA ini untuk mendapat tegangan GPU dan juga video memori yang lebih tinggi.


Modifikasi yang kami lakukan ini mengubah nilai voltase GPU dari 1.25V(default) hingga ke 1.45V, lalu mengubah voltase memori dari 1.55V ke 1.75V. Dengan modifikasi voltase, ternyata VGA langsung sanggup berlari kencang dan menyentuh core clock 1100Mhz!

Dengan Core GPU berjalan di 1100 Mhz, kami akhirnya berhasil mendapat skor 9212 di 3DMark03, dengan VGA PCI. Termasuk lumayan mengingat skor yang dicapai sudah 50% lebih tinggi daripada keadaan defaultnya. Sebenarnya setelah ini kami berusaha meng-overclock CPU, namun tidak membawa hasil berarti, skor masih tidak naik. Menggunakan extreme cooling pada VGA ini juga ternyata tidak membantu pencapaian clock yang lebih tinggi lagi. Akhirnya, kami memutuskan bahwa core clock 1100Mhz dan video memori clock sebesar 785Mhz(DDR3-1570) adalah hasil tertinggi yang bisa didapat.
Sebagai penutup, kami cukup kagum bahwa VGA PCI ini bisa ditingkatkan performanya lebih dari 50% (meski setelah modifikasi), dan VGA ini akhirnya membantu Indonesia untuk finish dengan urutan ketiga pada stage 3DMark03 di Country Cup 2013. Sampai jumpa di artikel Hwbot Country Cup 2013 Hardware Highlight selanjutnya, hanya di JagatReview!














