iPad Telah Jadi Kanvas Bagi Pelukis Kenamaan Ini

Kegiatan melukis saat ini tidak hanya menggunakan kain kanvas seperti pelukis kebanyakan saja, melainkan juga turut memanfaatkan teknologi seperti layar iPad yang dijadikan sebagai kanvas. Adalah David Hockney, pelukis kenamaaan asal Inggris yang benar-benar memanfaatkan iPad-nya sebagai medium melukis.
Dirinya hanya memanfaatkan sebuah iPad, aplikasi iOS bernama Brushe, stylus pen, dan printer inkjet digital. Maka, dalam waktu 20 menit tiap halaman hasil lukisannya pun tercetak. Namun keseringan, Ia lebih menggunakan jarinya ketimbang stylus agar dapat memberi efek yang berbeda. Pria 76 tahun tersebut menyebut medium lukis ini sebagai “kanvas dalam bentuk digital”.
“Orang-orang dari pedesaan datang dan menggoda saya: Kami dengar, Anda sudah mulai menggambar melalui ponsel (iPad) Anda. Lalu saya katakan pada mereka, sebenarnya tidak. Hanya saja, kadang-kadang saya berbicara dengan buku gambar saya (dalam hal ini iPad),” celoteh Hockney, dilansir dari New York Times.
Yang jadi pertanyaan cukup mengganjal ialah, apakah media seni lukis seperti ini bisa memenuhi syarat sebagai hasil seni oleh kalangan kritikus seni. Hingga kini, sulit untuk menjawab itu. Namun nyatanya, sejumlah lukisan digital Hockney telah berhasil dipamerkan di de Young Museum , sebuah museum bergengsi di San Francisco, Amerika Serikat. Pameran bertajuk “David Hockney: A Bigger Exhibition” itu ”berlangsung hingga 20 Januari mendatang.

“Dia berpikir, itu adalah media baru dan dari sini Ia hidup. Dia benar-benar mengeksploitasi hal itu. Saya pikir, Anda juga bisa melakukannya. Dalam hal ini, menggunakan iPad seperti halnya yang digunakan seniman dengan pastel atau cat air atau cat minyak saat mereka bekerja,” kata Richard Benefield, wakil direktur di de Young Museum.
Meski dirinya tak lagi muda, Hockney bukan lah seseorang yang anti terhadap perangkat teknologi. Ia pun telah lama tertarik pada teknologi seni dan menggunakannya sebagai media baru untuk membuat seni bercita rasa tinggi. Bahkan pada 2009 silam, Ia memanfaatkan gambar polaroid berbentuk karangan bunga dari iPhone milikya, lalu dikirim ke teman-teman terdekatnya.















