Overclocking Nvidia GeForce GT 630: Menggali Potensi VGA Murah
Overclocking
Seperti yang kita tahu seri GT 630 ini adalah graphics card entry level, hal itu membuat graphics card ini memiliki kemampuan yang agak terbatas untuk memainkan game-game baru di kualitas tertinggi. Namun, kami akan mencoba untuk memaksimalkan potensi graphics card ini dan melihat sejauh apa perbedaan dari kondisi default dan kondisi overclock. Siapa tahu graphics card ini ternyata memiliki potensi untuk memainkan berbagai game baru dengan kualitas grafis yang lebih baik.

Kami mencoba menaikkan step-by-step core clock dan memory clock. Perlu dicatat bahwa kami sama sekali tidak menaikkan voltase apapun pada graphic card ini, dan kami menggunakan software MSI Afterburner untuk melakukan overclock. Baik, mari kita mulai!
Uji Overclocking – 3DMark
Kami menggunakan benchmark popular 3DMark Fire Strike untuk melihat perubahan skor yang terjadi saat proses overclocking diaplikasikan kepada VGA GT 630. Berikut adalah screenshoot keadaan default dari GT 630 pada 3DMark Firestrike, menghasilkan nilai 1010:

Pertama-tama, kami mencoba mengoverclock komponen yang paling menjadi sumber limitasi performa dari GT 630 Kepler, yakni memory/ video RAM (karena lebar interface-nya hanya 64-bit), dari 900Mhz ke 1050Mhz. Skor langsung meningkat ke 1123.

Berikutnya, kami mencoba mencari clock GPU maksimal tanpa menaikkan clock memory, dan mendapat clock 1050Mhz pada GPU sebelum mendapat ketidakstabilan. Disini kami mendapat kenaikan skor hanya sedikit, yakni ke 1059. Terlihat bahwa efek memori overclocking pada VGA yang memang terbatas pada bagian memory bandwidth akan memberi hasil lebih optimal daripada meng-overclock core-nya saja.

Yang terakhir, kami meng-overclock baik chip GPU dan juga memory-nya ke tingkat 1050Mhz/1050Mhz (GPU/Mem), dan mendapat hasil 3DMark Fire Strike sebesar 1191, ini berarti kenaikan sekitar 17% dari default.

Setelah GT 630 dioverclock, seperti apa performa GPU-nya dibandingkan beberapa GPU low-end yang lain? Mari kita lihat perbandingannya pada tiga versi 3DMark: 3DMark Vantage, 3DMark 11, dan 3DMark Fire Strike.



Pada ketiga benchmark sintetik diatas, peningkatan performa yang terjadi berkat overclocking GeForce GT 630 sudah cukup baik, meski belum bisa mengalahkan beberapa GPU kelas diatasnya dan hanya bisa mendekati saja.
Uji Overclocking – Gaming Test
Kami juga mencoba konfigurasi 1052 Mhz/1050 Mhz tersebut di beberapa game untuk melihat peningkatan performa yang didapatkan dari overclocking GT630 ini. Berikut ini adalah beberapa grafik peningkatan yang kami dapatkan:


Suhu
Suhu maksimal yang kami catat selama pengujian overclocking ini adalah 55°C dan minimal 30 °C. Suhu ini tidak jauh berbeda dari suhu operasi graphics card di kondisi default. Hal tersebut cukup wajar mengingat kami tidak melakukan pengubahan voltase sama sekali pada graphics card ini, dan suhu operasi GPU GT 630 Kepler memang relatif dingin sehingga dengan heatsink tanpa fan pun temperaturnya masih terjaga.
Kesimpulan

Overclocking pada high-end graphics card bagi sebagian besar pengguna mungkin tidak terlalu berpengaruh pada performa game karena memang sudah terlalu kencang. Berbeda halnya dengan graphics card entry level, dimana overclocking mungkin akan membawa peningkatan yang cukup berarti. GT 630 yang kami gunakan ternyata bisa mendapatkan peningkatan performa dengan overclocking sederhana. Contohnya, pada Grid 2, dengan mengoverclock graphic card tersebut, didapat 60 fps. Meningkat dari sebelumnya dari 55 fps.
Peningkatan performa rata-rata sekitar 20% tanpa menaikkan voltase apapun di graphics card entry level ini adalah salah satu hal yang menarik. Peningkatan core clock sebesar 150 Mhz dan memory clock sebesar 150 Mhz bisa membawa peningkatan performa yang cukup berarti tanpa meningkatkan suhu operasi terlalu jauh. Penggunaan memori dengan bandwidth 64-bit pada graphics card ini membuat overclocking memory clock menjadi cukup terasa pengaruhnya.













