Melihat Workflow Sony FX5, dari Pengambilan Gambar hingga Proses Edit
Jakarta, 13 Agustus 2026 – Sony Indonesia menggelar sesi hands-on Sony FX5 bersama sejumlah sinematografer dan editor profesional untuk menguji langsung performa kamera ini di berbagai skenario produksi. Sesi yang dipandu sinematografer dan filmmaker Bagus Tresna Aji tersebut tidak hanya berfokus pada proses pengambilan gambar, tetapi juga workflow editing hingga tahap color grading. Pendekatan ini membuat demonstrasi Sony FX5 terasa lebih dekat dengan kebutuhan produksi film dan konten profesional.
Kemampuan Sony FX5
Fleksibilitas tiga base ISO menjadi salah satu hal yang diuji dalam sesi ini, khususnya performa di kondisi cahaya rendah. Base ISO 4000 dinilai menjadi titik tengah yang pas untuk kondisi cahaya remang, mengisi celah antara base ISO 800 dan 12800 yang sebelumnya terasa terlalu jauh. Upie Guava, salah satu sinematografer yang turut menjajal fitur ini, menyebut detail bayangan tetap terjaga meski area gelap terlihat sangat minim cahaya.
Baca Juga: Sony dan TSMC Siapkan Pabrik Sensor Kamera Generasi Baru, Produksi Mulai 2029
Kemampuan Open Gate juga menjadi sorotan, terutama untuk kebutuhan proyek musik video dan komersial. Fitur ini memungkinkan proses reframing dan crop ke berbagai rasio gambar tanpa kehilangan detail yang signifikan. Sinematografer Joni Astin menilai area sensor yang lebih luas, ditambah dukungan perekaman 16-bit X-OCN RAW, memberikan fleksibilitas lebih besar dalam proses visual effect dan penggantian background.
Di sisi pascaproduksi, kemampuan X-OCN RAW internal turut diuji langsung dalam proses grading dengan workflow ACES. File X-OCN dapat langsung diedit secara offline di laptop tanpa perlu proses transcode ke proxy terlebih dahulu, sesuatu yang menurut Andi Pulung selaku editor menghemat waktu produksi secara signifikan. FX5 juga disebut mendukung workflow Dolby Vision dengan metadata dinamis, memungkinkan proses trim pass untuk berbagai target tayang mulai dari sinema, siaran televisi, hingga platform media sosial.
Dari hasil sesi hands-on ini, FX5 menunjukkan fleksibilitas yang cukup luas, baik dari sisi pengambilan gambar di lapangan maupun kebutuhan delivery konten dengan standar yang beragam. Menurut kalian, fitur mana dari FX5 yang paling menarik untuk dicoba langsung?




















