Ekspansi Bisnis Luar Negeri Google Terkesan ‘Licik’

Author
Ozal
Reading time:
May 27, 2014

Selama satu dekade terakhir ini, raksasa internet Google diketahui telah menggelontorkan dananya untuk ekspansi bisnis, termasuk akuisisi perusahaan lain hingga mencapai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 345 triliun. Sayangnya, Google dianggap memiliki cara yang terkesan licik meski legal dalam hal ekspansi bisnisnya di luar negerinya itu.

google

Mayoritas perusahan yang diakusisi Google tersebut berasal dari luar Amerika Serikat. Sejumlah bisnisnya yang di luar negeri itulah yang kemudian menyumbang sebagian besar pendapatan Google. Dana Google pun lebih banyak disimpan di luar negeri. Laporan ini tertuang dalam dokumen tertutup yang diajukan Google ke Komisi Sekuritas dan Bursa Saham (SEC) Amerika Serikat.

Menurut dokumen tersebut, Google melakukan akuisisi yang begitu besar mencapai US$ 27 miliar ke perusahaan di luar Amerika Serikat. Sedangkan sisanya digunakan untuk membeli kantor dan pusat data di luar AS. Kas luar negeri Google di luar AS per Maret pun diperkirakan telah mencapai US$ 34,5 miliar, sedangkan di AS hanya US$ 25 miliar saja.

Yang jadi pertanyaannya, kenapa sebagian besar ekspansi bisnis Google dilakukan di luar negeri ketimbang di negeri asalnya sendiri? Jawabannya hanya satu, menurut sejumlah kritikan yang ditujukannya, Google menghindari pembayaran pajak yang begitu tinggi di AS.

Anggota parlemen di Inggris dan Perancis telah mengecam cara Google menyimpan uangnya, termasuk dalam bentuk aset lebih banyak di luar negeri. Pasalnya, di beberapa negara seperti Irlandia dan Italia, pengenaan pajak terbilang paling rendah dibanding sejumlah negara Eropa lainnya.

Meski demikian Google mengklaim, ekspansi bisnisnya itu telah sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku di sejumlah negara tertentu, sehingga minim indikasi penyelewengan pajak. Hanya saja sejumlah pihak, terutama dari kalangan parlemen, meminta Google agar membayar secara adil di tiap negara. Sayangnya, lebih dari 90 persen pemegang saham Google menolak usulan tersebut.

Sumber: Gadget NDTV

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…
September 7, 2026 - 0

Podcast: Axioo Pakai “ODM Sampah”? ini Penjelasannya!

Harga RAM naik. Harga SSD naik. Nilai tukar Dolar naik.…

Gaming

October 2, 2026 - 0

Pimpinan Xbox Jawab Rumor Terkait Microsoft Bisa Jual Divisi Gamingnya

CEO Xbox Asha Sharma menjawab rumor mengkhawatirkan terkait kelangsungan bisnis…
October 2, 2026 - 0

Keychron Berikan Nuansa Alam Pada Keyboard Gaming K8 HE

Keychron tampilkan keyboard gaming K8 HE dengan desain yang tidak…
October 2, 2026 - 0

Turtle Beach Rilis Lini Perangkat Gaming Untuk Penggemar Minecraft

Turtle Beach merilis periferal bertema Minecraft Dungeons II untuk Switch…
October 2, 2026 - 0

8BitDo Rilis Keyboard & Mouse Gaming Bertema Gears of War: E-Day

8BitDo merilis keyboard Retro 87 dan mouse Retro R8 edisi…