BlackBerry Perkuat Keamanan Ponsel Ber-NFC
BlackBerry baru saja mengumumkan telah menandatangani perjanjian bisnis dengan EnStream, sebuah perusahaan patungan yang dimiliki tiga operator seluler terbesar di Kanada dan fokus dalam bisnis pembayaran mobile.

Berdasarkan kesepakatan itu, EnStream akan menggunakan infrastruktur keamanan milik BlackBerry dalam menghadirkan sebuah platform yang aman dalam melakukan transaksi antara bank dan pelanggan seluler.
Rencananya, teknologi dari BlackBerry tersebut berguna memperkuat sistem keamanan perangkat mobile yang dilengkapi teknologi konektivitas NFC. Sehingga, pihak perbankan dan operator seluler dapat menyimpan rincian kartu pembayaran dan data pelanggannya di dalam smartphone NFC.
Teknologi NFC pada smartphone bisa digunakan untuk melakukan pembayaran di toko, stasiun, atau transportasi umum yang menyediakan tag NFC. Atau, bisa juga untuk mentransfer uang ke sesama pengguna smartphone ber-NFC. Nantinya, pengguna cukup melakukan “tapping’ ponselnya ke perangkat yang terdapat logo tag NFC atau ke sesama smartphone NFC.
Tampaknya, kehadiran pembayaran mobile berbasis NFC yang didukung teknologi dari BlackBerry ini baru tersedia di kawasan Kanada saja, mengingat kliennya berasal dari Kanada. Klien tersebut mencakup tiga operator seluler, yakni Rogers Communications Inc, SM Inc, dan Telus yang bekerja sama dengan pihak perbankan, Canadian Royal Bank of Canada, Toronto-Dominion Bank, dan Canadian Imperial Bank of Commerce.
Kesepakatan ini juga menandakan bahwa BlackBerry di bawah pimpinan barunya, John Chen lebih memokuskan bisnisnya di sektor enterprise, ketimbang pasar smartphone konsumen. Kendati demikian, bukan berarti bisnis smartphone-nya bakal dianaktirikan. BlackBerry hanya ingin memperluas cakupan pendapatannya di sektor lain. Terlebih, teknologi software QNX milik BlackBerry sudah diakui dunia dalam hal keamanannya.
“Bekerja sama dengan EnStream menunjukkan strategi BlackBerry untuk memperluas teknologi perusahaan di dalam sejumlah industri baru dan yang sedang berkembang,” kata Blackberry dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.















