Australia Peringatkan Bahaya Charger Bajakan

Author
Ozal
Reading time:
July 1, 2014

Komisi Perdagangan Australia (AFT) memperingatkan warga negaranya agar tidak lagi menggunakan pengisi daya smartphone atau charger USB bajakan yang biasa dijual murah. Pasalnya, charger tersebut berpotensi menimbulkan bahaya bagi keselamatan pemakai dan gadget-nya.

charger

“AFT baru-baru ini juga menghapus penjualan sejumlah charger yang tidak disetujui dan memiliki model USB, serta travel adaptor dan power board (saklar) yang banyak dijual di toko aksesoris ponsel di daerah Campsie. Perangkat ini menimbulkan risiko listrik serius atau kebakaran,” kata Rod Stowe, anggota komisioner AFT dalam pernyataan resminya.

Ia menjelaskan, perangkat charger semacam itu tidak memenuhi persyaratan standar keselamatan penting konsumen, seperti plastik dan bahan isolasinya yang berkualitas rendah sehingga kurang baik menghantarkan panas dengan baik. Pihaknya juga menemukan, terdapat charger yang tidak memiliki isolasi di bagian pin charger.

“Konsumen harus menghindari produk ini dan penjual agar tidak menjual perangkat tersebut,” ujar Stowe. Dia menambahkan, semua produk listrik yang dijual harus sesuai dengan Electricity (Consumer Safety) Act 2004 yang  dirancang dan diproduksi untuk memenuhi Australian Standards.

Ditenggarai, sejumlah pengecer maupun distributor tetap membandel. Mereka tetap menjual charger murah yang tidak memenuhi standar dan kemungkinan besar akan menghadapi tuntutan hukum. Hukuman maksimum, menurut Stowe, bagi pihak individu ialah dua tahun penjara atau denda US$ 87.500. Sedangkan bagi sebuah perusahaan akan dikenakan denda mencapai US$ 875.000.

Belum lama ini, keberadaan charger bajakan atau palsu sudah menelan korban jiwa di Australia. Seorang wanita bernama Sheryl Aldeguer ditemukan meninggal dunia sambil memakai headphone dan memegang laptop. Saat ditemukan, terdapat luka bakar di telinga dan dada korban.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 17, 2026 - 0

Politisi Amerika Wacanakan RUU Perlindungan Kepemilikan Game

Politisi Amerika Serikat mengajukan RUU Power To The Players Act…
October 17, 2026 - 0

Microsoft Uji Reaksi Gamer Terkait Eksklusivitas Game Xbox

Microsoft menguji reaksi gamer terhadap kemungkinan game first party mereka…
October 17, 2026 - 0

Perangkat VR Valve Index Resmi Dihentikan Produksinya

Valve akhirnya resmi menghentikan produksi perangkat VR Valve Index dan…
October 17, 2026 - 0

Microsoft Umumkan Xbox Labs, Berfokus Pada Eksperimen AI di Game

Microsoft membentuk inisiatif Xbox Labs untuk mengeksplorasi AI guna modifikasi…