Pekerja di Bawah Umur Buat Samsung Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan China
Tudingan adanya pekerja di bawah umur di salah satu pabrik milik salah satu rekanan Samsung di China membuat raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut kini menghentikan sementara kerja sama dengan rekan mereka tersebut, Shinyang Electronics. Munculnya tudingan terkait adanya pekerja di bawah umur tersebut berawal dari kabar dari China Labor Watch yang menyatakan adanya perekrutan pekerja ilegal yang dilakukan beberapa waktu lalu. Perekrutan pekerja ilegal tersebut sepertinya dilakukan Shinyang Electronics untuk menutupi kebutuhan pekerja di masa-masa tingginya kebutuhan pasokan komponen untuk produk-produk Samsung.

Munculnya kabar terkait adanya pekerja di bawah umur tersebut tentu saja membuat Samsung panik. Mereka memang tengah mengedepankan kebijakan tidak boleh ada pekerja ilegal di seluruh bidang, termasuk untuk rekanan-rekanan mereka. Terlebih lagi, Samsung dikabarkan telah melakukan audit terhadap Shinyang Electronics beberapa saat sebelum ditemukannya laporan pekerja di bawah umur dan berdasarkan audit tersebut, tidak ditemukan pelanggaran apapun terkait pekerja di perusahaan tersebut.
Pihak Samsung langsung mengumumkan bahwa mereka menghentikan kerja sama dengan Shinyang Electronics setelah kabar pekerja di bawah umur tersebut muncul. Lebih lanjut lagi, bila nantinya berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihak Shinyang Electronics terbukti menggunakan pekerja di bawah umur, pihak Samsung akan menghentikan kerja sama kedua perusahaan tersebut secara permanen. Mereka menegaskan tidak ada toleransi terkait bidang ketenagakerjaan yang akan diberikan kepada partner mereka yang melanggar kebijakan tersebut.














